Banjir Rendam 6 Kecamatan di Kendal, Perjalanan Kereta Api Terganggu

Banjir merendam jalur Pantura perbatasan Kota Semarang–Kendal akibat hujan lebat sejak Kamis (15/1) siang. (MI)

Banjir Rendam 6 Kecamatan di Kendal, Perjalanan Kereta Api Terganggu

Media Indonesia • 16 January 2026 14:14

Kendal: Banjir merendam enam kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, setelah hujan lebat mengguyur kawasan Pantura sejak Kamis, 15 Januari 2026. Genangan setinggi 20–60 sentimeter tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga sempat mengganggu belasan perjalanan kereta api.

Pemantauan Media Indonesia, Jumat, 16 Januari 2026, banjir masih terlihat di sejumlah wilayah Kendal. Hujan deras yang berlangsung sejak siang menyebabkan beberapa sungai meluap hingga merendam ribuan rumah, ruas Jalan Pantura, dan jalur rel kereta api.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, enam kecamatan terdampak meliputi Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, dan Kendal Kota. Sebagian kawasan mulai surut, namun aktivitas warga masih terganggu.

"Saya sempat kaget ketika tiba-tiba banjir meninggi dan langsung masuk ke dalam rumah, meskipun hanya setinggi 20–30 centimeter," ujar Nonik, 45, warga Kaliwungu, Jumat, 16 Januari 2026.

Hal serupa dialami Doni, 35, warga Kendal Kota. Ia terkejut saat pulang dari Semarang karena jalan telah terendam 30–60 sentimeter sehingga kendaraan banyak mogok. "Terpaksa saya menuntun kendaraan karena mogok hingga mencari tempat yang kering," imbuhnya.


Banjir merendam jalur Pantura perbatasan Kota Semarang–Kendal akibat hujan lebat sejak Kamis (15/1) siang. (MI)

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan banjir terjadi akibat hujan lebat yang memicu meluapnya sejumlah sungai, salah satunya Sungai Waridin. Meski tidak setinggi banjir tahun lalu, Iwan mengkhawatirkan kondisi dapat memburuk karena intensitas hujan masih tinggi dan bersamaan dengan pasang air laut (rob) yang menghambat aliran sungai ke laut.

"Semoga tidak sampai ada tanggul jebol, bersama tim gabungan dan relawan kita lakukan kesiagaan untuk mengantisipasi adanya korban, jika banjir semakin tinggi langsung kita lakukan evakuasi," kata Iwan Sulistyo.

Perjalanan Kereta Api Terganggu

Dampak banjir juga mengganggu perjalanan kereta api lintas Semarang–Jakarta. Luapan air terjadi di jembatan KA nomor BH 111 KM 20+7/8 petak jalan Kaliwungu–Kalibodri pada Kamis malam.

"Akibat luapan air tersebut terdapat gogosan sehingga menyebabkan jalur rel tidak dapat dilalui kereta api dan petugas bergerak cepat untuk melakukan upaya normalisasi jalur hulu dan hilir di lokasi tersebut," kata Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Luqman Arif.

PT KAI, lanjut Luqman, telah melakukan penanganan cepat serta memberikan Service Recovery (SR) kepada penumpang terdampak. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan ini," jelas dia.

Sejumlah perjalanan KA mengalami keterlambatan, di antaranya KA Kertajaya terlambat 132 menit, KA Joglosemarkerto 123 menit, KA Argo Sindoro 90 menit, dan KA Angkutan Barang 86 menit. Selain itu KA Kaligung terlambat 52–105 menit, KA Majapahit 57 menit, serta KA Ceremai Ekspres 48 menit.

Untuk arah sebaliknya, keterlambatan terjadi pada KA Harina 85 menit, KA Kalingga Cargo 115 menit, KA Pandalungan 8 menit, KA Brawijaya 14 menit, dan KA Sembrani 6 menit. (MI/AS)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)