Presiden Prabowo: Investasi LNG Abadi Masela Dukung Pembangunan Indonesia

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Antara.

Presiden Prabowo: Investasi LNG Abadi Masela Dukung Pembangunan Indonesia

Anggi Tondi Martaon • 16 July 2026 16:39

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan investasi Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela mencapai USD20,9 miliar. Kepala Negara meyakini proyek tersebut akan membantu Indonesia melaksanakan pembangunan menuju negara industri. 

"Proyek ini investasinya sangat besar 20,9 miliar dolar (AS) hampir 21 miliar dolar (AS) akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas kondensat dan sebagainya sehingga ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan," kata Prabowo dikutip dari Antara, Kamis, 16 Juli 2026.

RI 1 mengatakan Indonesia membutuhkan pasokan energi yang memadai untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui hilirisasi dan industrialisasi. Menurut dia, pembangunan sektor energi menjadi fondasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara modern dan produktif yang mampu menghasilkan berbagai produk industri.

"Kita bertekad untuk menjadi negara industri, negara modern dan kita bertekad rakyat kita harus hidup dengan baik, hidup dengan layak," ungkap Prabowo.

Presiden kedelapan Indonesia itu menjelaskan hasil pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam diperlukan untuk membiayai berbagai program pemerintah. Mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan hingga pembangunan infrastruktur.

"Kita butuh uang untuk bikin pelayanan kesehatan yang terbaik, kita butuh uang untuk bayar gaji-gaji guru sehingga sekolah-sekolah kita menjadi juga tidak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri," kata Prabowo.

Ilustrasi. Foto: Antara.

Presiden menilai proyek-proyek strategis seperti LNG Abadi Masela memiliki peran penting dalam mendukung transformasi ekonomi nasional. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas. Selain memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, proyek tersebut dirancang menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD dan menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari untuk mendukung ketahanan energi nasional.

(Anggi Tondi)