Transaksi QRIS Tembus 12,55 Miliar di Semester I, Nilainya Sentuh Rp600,69 Triliun

Ilustrasi pembayaran menggunakan scan QRIS. Foto: dok QRIS.

Transaksi QRIS Tembus 12,55 Miliar di Semester I, Nilainya Sentuh Rp600,69 Triliun

Husen Miftahudin • 6 August 2026 15:46

Nusa Dua, Bali: Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 12,55 miliar transaksi sepanjang semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 100,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan capaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya adopsi pembayaran digital di masyarakat.

"QRIS menjadi gerbang ekonomi digital sekaligus game changer bagi ekonomi dan keuangan digital nasional," ujar Filianingsih di sela Prima Executive Gathering 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.

Selain volume transaksi, BI mencatat nilai transaksi QRIS hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp600,69 triliun, atau meningkat 89,52 persen secara tahunan (year on year/YoY). Filianingsih mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan pembayaran digital melalui QRIS semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna QRIS mencapai sekitar 66 juta orang, sementara jumlah merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS mencapai 44,86 juta. Bank Indonesia menargetkan jumlah pengguna QRIS meningkat menjadi 70 juta dan jumlah merchant mencapai 47 juta hingga akhir 2026.

Sementara itu, target volume transaksi QRIS sepanjang tahun ini dipatok sebesar 17 miliar transaksi. Dengan realisasi 12,55 miliar transaksi pada semester I, lebih dari dua pertiga target tahunan telah tercapai.
 



(Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: MI/Ramdani)
 

UMKM jadi pengguna terbesar QRIS


BI mencatat sebagian besar merchant QRIS berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui QRIS, pelaku UMKM cukup menggunakan satu kode pembayaran untuk menerima transaksi dari berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital.

Menurut BI, kemudahan tersebut turut memperluas inklusi keuangan dengan memberikan akses layanan pembayaran digital kepada lebih banyak pelaku usaha.

Filianingsih menjelaskan keunggulan QRIS terletak pada sistem yang terintegrasi dan interoperabel, sehingga satu kode dapat digunakan oleh berbagai aplikasi pembayaran dari bank maupun penyedia jasa pembayaran lainnya.

Sebelum QRIS diterapkan, setiap penyedia layanan pembayaran menggunakan kode yang berbeda sehingga pedagang harus memasang beberapa kode pembayaran sekaligus.

Saat ini, ekosistem QRIS didukung oleh 96 bank, 60 lembaga nonbank, serta empat lembaga switching yang memproses transaksi pembayaran. Perkembangan tersebut menunjukkan kolaborasi antarpelaku industri sistem pembayaran nasional terus menguat seiring meningkatnya adopsi transaksi digital.

(Husen Miftahudin)