Ilustrasi ISPA. Foto: Medcom.id.
4.591 Kasus ISPA dalam Sepekan, Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspada
Hendrik Simorangkir • 10 August 2026 08:26
Tangsel: Dinas Kesehatan Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau. Tren kasus terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Data menunjukkan, pada pekan ke-27 tercatat 3.028 kasus, lalu melonjak ke 4.316 kasus di pekan ke-28. Meski sempat turun ke 3.832 kasus di pekan ke-29, jumlahnya kembali naik ke 4.591 kasus di pekan ke-30. Hingga pekan ke-30 2026, total kumulatif penderita ISPA di Tangsel mencapai 124.688 kasus.
"Kasus mingguan itu berdasarkan pantauan melalui SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons) ISPA ada kenaikan," ujar Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar, Minggu, 9 Agustus 2026.
Alin menjelaskan, paparan suhu tinggi dalam waktu lama bisa menyebabkan dehidrasi, kelelahan panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang tergolong darurat medis.
"Sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, antara lain keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, jantung berdebar atau denyut nadi lebih cepat, kulit pucat, kram pada kaki maupun perut, dan lainnya," kata Alin.
Dinkes Tangsel juga memperkuat pemantauan penyakit lain seperti diare akut dan DBD melalui SKDR.
"Kami terus memperkuat kewaspadaan melalui SKDR untuk memantau potensi peningkatan penyakit akibat cuaca panas dan musim kemarau, seperti diare akut, dan DBD," jelas Alin.
Alin mengimbau masyarakat waspada dan menerapkan langkah pencegahan. Jika gejala akibat cuaca panas tak kunjung membaik, ia meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
.jpg)
Ilustrasi ISPA. Foto: Freepik.