Presiden Prabowo Subianto menaiki buggy car saat mengecek rumah subsidi warga di Kabupaten Batang, Jateng. Foto: Antara.
Tiba di Batang, Prabowo Langsung Cek Kondisi Rumah Subsidi Warga
Anggi Tondi Martaon • 30 July 2026 14:41
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis siang, 30 Juli 2026. Di sana, Kepala Negara bakal menghadiri kegiatan akad massal KPR 62.000 rumah subsidi yang digelar serentak di berbagai daerah Indonesia.
Di lokasi acara akad massal, yaitu di Puri Delta City Side, Presiden Prabowo langsung mengecek kondisi beberapa rumah subsidi. Prabowo didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait saat meninjau rumah subsidi tersebut.
Setelah mengecek dua rumah tersebut, Presiden Prabowo beserta rombongan menteri menaiki buggy car menuju lokasi akad massal. Di lokasi acara, sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan kepala daerah turut hadir.
Pejabat yang menghadiri kegiatan tersebut yaitu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Menteri PAN RB Rini Widyantini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Dalam kesempatan terpisah, Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan akad massal 62.000 rumah subsidi itu merupakan bagian dari program 3 juta rumah. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Akad massal digelar hybrid melibatkan 62.000 debitur, terdiri atas 200 debitur yang hadir langsung di Batam, dan 61.800 debitur mengikuti secara daring dari 36 provinsi,” kata Pras.

Ilustrasi rumah subsidi. Foto: MI.
Prasetyo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan rangkaian ketiga dari akad massal KPR FLPP. Kegiatan serupa sebelumnya digelar di Cileungsi pada 29 September 2025, dan di Serang pada 20 Desember 2025.
“Kegiatan akad massal menjadi penanda bahwa rumah-rumah yang dibangun telah siap dimiliki dan dihuni masyarakat,” ujar Pras.
Terkait realisasi penyaluran kredit perumahan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), per Juli 2026, jumlah penerima mencapai 107.410 orang dari kategori MBR dengan tingkat keterhunian 93,35 persen.