Saat matahari cerah hendak tenggelam sore hari di Jembatan Gledek, Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/8/2026). ANTARA/M Imam Pramana
Puncak Kemarau Agustus-September, BMKG Imbau Warga Sumsel Waspada Karhutla
Whisnu Mardiansyah • 4 August 2026 19:46
Palembang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumatra Selatan (Sumsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino yang semakin kuat.
Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sinta Andayani, menyatakan pantauan indeks El Nino pada Agustus 2026 menunjukkan level kuat dan berpotensi terus naik ke level sangat ekstrem.
"Monitoring indeks El Nino di bulan Agustus ini berada pada level kuat dengan kecenderungan menuju sangat kuat. Puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September, ditambah dengan pengaruh Monsun Australia yang di Sumsel saat ini juga semakin kuat," katanya di Palembang, seperti dilansir Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.
Sinta menjelaskan secara umum cuaca di Sumsel dalam sepekan ke depan diprediksi cerah berawan. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di beberapa titik wilayah barat Sumsel.
"Potensi hujan dengan intensitas ringan masih ada di wilayah barat Sumsel seperti Lahat dan Pagaralam. Sementara untuk wilayah Musi Rawas Utara dan Lubuk Linggau terdapat potensi hujan sedang dalam tiga hari ke depan," jelasnya.
Menurutnya, kemunculan hujan di wilayah tersebut dipicu oleh sirkulasi angin di perairan barat Bengkulu yang memicu pertumbuhan awan hujan. Namun, kondisi ini berbeda dengan sebagian besar wilayah Sumsel lainnya yang hampir tidak berpeluang hujan.
.jpg)
Ilustrasi-Pemadaman kebakaran semak belukar dan limbah kain di kawasan Gunung Paseban, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (istimewa).
Mengingat mayoritas wilayah Sumsel dalam kondisi sangat kering, BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk mengambil langkah antisipatif menghadapi dampak kekeringan di puncak musim kemarau.
"Melihat kondisi cuaca Sumsel yang dominan kering tanpa hujan, kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kebakaran dengan tidak membakar lahan secara sembarangan, bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih, serta selalu menjaga kondisi kesehatan dari paparan cuaca panas dan polusi udara," ujarnya.