IHSG Turun 3,51% ke Level 7.319 Pagi Ini

Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.

IHSG Turun 3,51% ke Level 7.319 Pagi Ini

Husen Miftahudin • 9 March 2026 09:51

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penurunan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 9 Maret 2026, IHSG berada di posisi 7.374,311.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.43 WIB, IHSG langsung turun dalam hingga sebanyak 266,308 poin setara 3,51 persen ke level 7.319,379.

Adapun sebanyak 659 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, 44 saham lainnya menguat dan 36 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.43 WIB sebanyak Rp8,272 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 18,856 miliar saham.
 

Baca juga: Sepekan, IHSG Turun 7,89% ke 7.585


(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
 

IHSG berpotensi rebound


Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi rebound ke 7.650. Namun jika tidak berhasil break di atas 7.700, IHSG akan kembali terkoreksi ke level 7.400-an.

"Diperkirakan support IHSG 7.400-7.480 dan resist IHSG 7.650-7.700," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.

IHSG pada perdagangan penutupan minggu lalu (6/3), ditutup turun 1,62 persen, disertai dengan net sell asing sebanyak Rp308 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, dan ESSA.

Adapun indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/3), di tengah pelemahan pasar tenaga kerja AS dan kenaikan harga minyak hingga 12 persen karena meningkatnya konflik di Timur Tengah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,95 persen.

Di sisi lain, Bursa Asia melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu (6/3). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,62 persen, Topix menguat 0,39 persen, Hang Seng Hong Kong meningkat 1,72 persen, Taiex Taiwan turun 0,22 persen, Kospi Korea Selatan naik moderat 0,02 persen, ASX 200 Australia melemah 1 persen, Straits Times Singapura naik 0,03 persen, dan FTSE Malaysia menguat 0,28 persen. Bursa Asia bervariasi di tengah konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan serangan Iran kembali mendorong penurunan aset-aset berisiko.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)