Wali Kota Bandung M Farhan. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Pemkot Bandung Berencana Sulap Kawasan Bawah Jembatan Pasupati Jadi Destinasi Kuliner
Roni Kurniawan • 9 February 2026 14:14
Bandung: Pemerintah Kota Bandung berencana mengembangkan kawasan di bawah Jembatan Pasupati menjadi sebuah sentra kuliner baru. Lokasi yang terletak di belakang Hotel Grandia, Jalan Cihampelas, itu sebelumnya sempat diarahkan sebagai destinasi wisata kota.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan perubahan konsep ini bertujuan menciptakan tujuan wisata baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi lokal, sekaligus memanfaatkan ruang kosong yang ada.
“Dulu kawasan ini ditujukan sebagai destinasi wisata, sekarang kita ciptakan tujuan wisata baru berupa pusat kuliner,” kata Farhan di Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Senin, 9 Februari 2026.
Farhan menilai kawasan di bawah jembatan memiliki potensi besar untuk dijadikan ruang publik produktif yang dapat mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sentra kuliner ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan dan warga lokal.
Mengenai proses perizinan dan kemungkinan pembongkaran bangunan yang ada, Farhan menegaskan Pemkot Bandung akan berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini disebabkan kewenangan atas kawasan Jembatan Pasupati bersifat lintas pemerintah.
“Untuk perizinan dan pembongkaran, nanti akan dibicarakan langsung dengan Pak Gubernur,” beber Farhan.
Pemerintah kota tidak ingin terburu-buru dalam merealisasikan proyek ini. Semua aspek teknis dan administratif akan dipersiapkan secara matang agar pengembangan kawasan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Jembatan Pasupati Bandung.
“Kalau semuanya sudah siap dan lengkap, tentu akan kami sampaikan secara resmi kepada pers,” kata Farhan.
Rencana penataan kawasan di bawah Jembatan Pasupati ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung mengoptimalkan ruang kota dan menciptakan pusat ekonomi baru berbasis pariwisata dan kuliner.
“Pemerintah berharap, kehadiran sentra kuliner dapat menambah daya tarik Kota Bandung sebagai destinasi wisata urban,” ujar Farhan.