Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor. Foto: dok BSN.
Ini Dia Motor Pertumbuhan Pembiayaan Perumahan Syariah BSN
Ade Hapsari Lestarini • 8 February 2026 19:34
Bandung: Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan penguatan peran developer sebagai mitra utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperkuat kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan bisnis, sekaligus mendukung program perumahan nasional.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan developer memiliki posisi krusial dalam mendorong ekspansi pembiayaan perumahan syariah berkelanjutan. BSN secara khusus mengambil inisiatif untuk menjadikan developer sebagai mitra strategis utama melalui pendekatan kolaboratif yang lebih intensif.
"Developer adalah ujung tombak industri perumahan. Kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN," kata Alex dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Februari 2026.
Dalam penyelenggaraan Developer Gathering 2026 di Bandung yang dihadiri 79 developer mitra BSN di Jawa Barat tersebut, Alex memaparkan kinerja positif BSN sepanjang 2025. Perseroan mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 20,51 persen dan pertumbuhan pembiayaan sekitar 25,02 persen secara tahunan (year-on-year).
"Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara BSN dan para mitra developer. Sektor perumahan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembiayaan kami," tegas dia.
Hingga akhir 2025, BSN juga telah memperkuat jaringan layanan dengan 118 outlet perbankan, terdiri atas 36 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu, serta didukung oleh 589 Kantor Layanan Syariah di berbagai wilayah Indonesia.
4 kota dengan volume transaksi terbesar
Alex menjelaskan, Developer Gathering 2026 dilaksanakan di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Keempat kota tersebut menjadi pilot project karena kontribusi pada wilayah tersebut cukuo signifikan terhadap kinerja pembiayaan perumahan BSN.
"Empat kota ini memiliki volume transaksi, pertumbuhan proyek, dan kontribusi pembiayaan yang besar terhadap bisnis BSN. Dampaknya nyata, baik terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer maupun kualitas portofolio. Kemarin di Jakarta dan hari ini di kota Bandung," jelas Alex.
Ke depan, BSN memastikan program ini akan terus dilanjutkan dan diperluas ke kota-kota lain. Kegiatan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat.


Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta menjelaskan hingga 2025, 98 persen portofolio pembiayaan BSN berada di sektor perumahan. Ini mencerminkan spesialisasi bank syariah ini di sektor properti riil. Dari total portofolio tersebut, 63 persen disalurkan melalui produk KPR subsidi, 31 persen KPR nonsubsidi, dan empat persen pembiayaan konstruksi.
"Selama lebih dari 20 tahun beroperasi, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450 ribu nasabah, baik di segmen konsumer maupun komersial," ujar Penta.
Kontribusi BSN terhadap program strategis pemerintah di sektor perumahan juga tercermin dari penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Realisasi FLPP capai 278.868 unit
Pada 2025, realisasi FLPP nasional mencapai 278.868 unit, dengan BTN Group, yang terdiri dari BTN dan BSN, menguasai hampir 70 persen pangsa penyaluran secara nasional.
SEVP, Chief of Commercial Banking BSN Maqin U Norhadi memaparkan, pembiayaan komersial BSN terus mengalami peningkatan seiring akselerasi signifikan ekspansi bisnis perseroan.
Selain itu, segmen pembiayaan komersial lain juga mencatatkan lonjakan yang mencerminkan strategi penyesuaian portofolio BSN. Sehingga memperluas pembiayaan sektor produktif, sekaligus menjaga keseimbangan risiko di tengah dinamika dunia usaha.
"Total realisasi pembiayaan komersial periode 2020-2025 sebesar Rp12,39 triliun. Dengan rincian Yasa Griya sebesar Rp7,93 triliun (64 persen) dan Non Yasa Griya sebesar Rp4,45 triliun (36 persen)," kata Maqin.
Di tengah penguatan tersebut, Alex menegaskan, BSN akan terus bergerak membuka peluang bisnis baru yang berkelanjutan dengan tetap berlandaskan prinsip syariah.
Core business BSN yang berfokus pada sektor perumahan dinilai selaras dengan konsep Maqashid Syariah, karena properti merupakan aktivitas ekonomi riil, produktif, dan nonspekulatif. Pendekatan ini memperkuat posisi BSN sebagai mitra pembiayaan jangka panjang yang mengedepankan transparansi, kepastian akad, serta kemitraan berkelanjutan dengan nasabah dan pengembang.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com