Kiri ke Kanan: KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Foto: Dok/Puspen TNI
Panglima Pimpin Rapim 2026, Menhan Tegeaskan Kesiapsiagaan TNI Hadapi Tantangan Tugas
Misbahol Munir • 11 February 2026 18:11
Jakarta: Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2026 di GOR A. Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 10 Februari 2026. Forum tersebut menegaskan komitmen penguatan soliditas dan kesiapsiagaan menghadapi dinamika tugas ke depan.
Rapim TNI dihadiri Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Kegiatan itu diikuti 514 Perwira Tinggi dan Perwira Menengah TNI dari tiga matra.
Menhan Sjafrie menegaskan tahun 2026 menjadi momentum penting bagi kesiapan TNI dalam menghadapi tugas negara yang semakin kompleks, baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Menurut dia, tantangan yang dihadapi TNI tidak hanya terkait pertahanan konvensional, tetapi juga dinamika keamanan nontradisional yang menuntut respons cepat dan terintegrasi.
Baca Juga :
Sjafrie juga menyoroti soliditas internal TNI yang dinilainya semakin kuat dari tingkat pusat hingga satuan di lapangan.
“Saya melihat bahwa TNI sekarang kompak, solid, baik di antara satuan-satuan yang ada di lapangan sampai ke tingkat para Kepala Staf Angkatan dan sampai kepada tingkat Panglima TNI,” ujar Sjafrie.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2026 di GOR A. Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 10 Februari 2026. Foto: Dok/Puspen TNI
Ia mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi ancaman serta dinamika tantangan tugas.
“Seluruh unsur TNI harus antisipatif, waspada, dan mawas diri terhadap kebutuhan tugas yang semakin dekat. Dengan soliditas yang kuat, TNI sekarang kompak dan siap melaksanakan setiap penugasan negara,” tegasnya.
Melalui Rapim TNI 2026, TNI menegaskan komitmen menjaga soliditas lintas matra, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memperkuat kesiapan operasional dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.