Karhutla di Aceh Barat Meluas, 3 Kecamatan Terdampak

Petugas BPBD Aceh Barat bersiap melakukan upaya pemadaman api di lokasi kebakaran lahan di kawasan Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, kabupaten setempat. ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat

Karhutla di Aceh Barat Meluas, 3 Kecamatan Terdampak

Lukman Diah Sari • 3 September 2026 13:14

Meulaboh: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda tiga kecamatan di wilayah tersebut meluas hingga mencapai 9,5 hektare. Sebelumnya, pada 1 September 2026, luasan lahan yang terbakar tercatat sebesar 6,5 hektare.

"Sampai saat ini upaya pemadaman masih terus kami lakukan," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Aceh Barat, Dharmawan, di Meulaboh, Kamis, 3 September 2026, melansir Antara.

Dharmawan memaparkan, sebaran titik api melanda tiga kecamatan dengan rincian sebagai berikut:
  • Kecamatan Samatiga: Titik api terluas berada di Gampong Mesjid Baro dengan luasan area terbakar mencapai 5 hektare.

  • Kecamatan Johan Pahlawan: Kebakaran melanda kawasan Gampong Blang Beurandang dengan luas lahan terdampak sekitar 3 hektare.

  • Kecamatan Woyla: Titik api terpantau di Gampong Aron Tunong dengan luasan area terbakar mencapai 1,5 hektare.

Hingga kini, penyebab pasti yang memicu timbulnya api masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Namun, dampak lingkungan dan kesehatan dari peristiwa ini sudah mulai dirasakan.

"Karhutla ini berdampak langsung pada rusaknya vegetasi tanaman serta mengancam kesehatan masyarakat sekitar akibat asap yang mengganggu pernapasan," ungkap Dharmawan.

Ilustrasi-Suasana kebakaran di Gunung Butak. Dokumentasi/ BPBD Kota Batu


Guna mempercepat proses pemadaman dan melokalisasi pergerakan api agar tidak merambat ke permukiman warga, tim gabungan telah dikerahkan secara intensif. Tim ini terdiri dari unsur BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Aceh, serta dibantu oleh masyarakat setempat.

Dalam operasi penanganan darurat ini, petugas memaksimalkan sejumlah armada dan sarana prasarana. Peralatan yang diterjunkan meliputi satu unit mobil D-Max, satu unit ATV, satu unit drone untuk pemantauan udara, serta dua unit mesin pompa air lengkap dengan selang.

(Lukman Diah Sari)