BPBD Jatim Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Gunung Semeru

Helikopter milik BNPB yang digunakan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan di Gunung Semeru. ANTARA/HO-BPBD Jatim

BPBD Jatim Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Gunung Semeru

Silvana Febiari • 2 September 2026 21:24

Sidoarjo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) bersama petugas gabungan mengerahkan helikopter untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru. Pemadaman dilakukan melalui jalur udara dengan metode water bombing.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan helikopter PK-DAP milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihadirkan dari Lampung ini mulai melakukan water bombing di kawasan bagian Barat Pos 1 Pendakian. Tepatnya di tebing Punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

"Hingga pukul 12. 00 WIB, helikopter berkapasitas bucket 1.000 liter ini telah berhasil melakukan water bombing di lokasi tersebut sebanyak 21 kali dengan curahan air sebanyak 21.000 liter," kata Gatot, dilansir dari Antara, Rabu, 2 September 2026. 


Hingga kini, masih terdapat dua titik api di kawasan Gunung Semeru, yakni di sekitar Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29. Kedua lokasi tersebut berada di medan curam sehingga sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Kendala di lokasi adalah angin yang kencang. Selain membuat api cepat menjalar, operasi water bombing juga terkendala, akibat hempasan angin," ujarnya.

Selain penanganan lewat jalur udara, upaya pemadaman api juga tetap dilakukan lewat jalur darat oleh tim gabungan. Tim jalur darat melakukan pemadaman secara manual dan membuat sekat bakar untuk memutus jalur perambatan api agar tidak meluas ke rumah penduduk.


Petugas gabungan membuat sekat bakar untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah pergerakan kebakaran di lereng Gunung Semeru, Minggu, 30 Agustus 2026. ANTARA/HO-BPBD Lumajang

Berdasarkan data Pusdalop BPBD Jatim, luas lahan yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Semeru sejak tanggal 26 Agustus 2026 hingga saat ini telah mencapai sekitar 600 hektare.

"Semoga besok cuacanya lebih mendukung, karena angin yang kencang mempengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi water bombing," ungkapnya.

(Silvana Febiari)