Lebih Ramah Lingkungan, Metode Backfilling Bisa Dorong Investasi Masuk ke Indonesia

Ilustrasi. Foto: dok DPM.

Lebih Ramah Lingkungan, Metode Backfilling Bisa Dorong Investasi Masuk ke Indonesia

Husen Miftahudin • 2 September 2026 13:14

Jakarta: Metode backfilling yang digunakan dalam aktivitas pertambangan dinilai menjadi pilihan yang tepat karena mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan.

Metode ini juga digunakan PT Dairi Prima Mineral (DPM), dan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Keberlanjutan proyek juga dinilai dapat membuka peluang multiplier effect bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Pengamat tambang dan energi Ferdy Hasiman mengatakan, persetujuan KLH menunjukkan rencana penerapan backfilling DPM telah melalui proses kajian. Metode tersebut dinilai lebih aman dan ramah lingkungan sehingga dapat menjadi dasar bagi DPM untuk melanjutkan kegiatan investasi.

"Backfilling ini lebih safety, lebih lingkungan. Ini pilihan yang tepat untuk DPM. Kementerian dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tentu sudah melihat proses yang matang dari DPM," ujar Ferdy dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.
 

 

Dorong investasi masuk ke Indonesia


Ferdy mengatakan keberlanjutan proyek DPM penting untuk mengakselerasi investasi. Terlebih, DPM telah memiliki kerja sama dengan Tiongkok yang dinilai berpotensi membawa investasi besar dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah sekitar.

"Kita berharap proyek ini sudah bisa jalan. Ini multiplier effect. Penambang besar mengikuti panduan best mining practice. Jadi kalau jalan, DPM ini akan baik," jelas dia.

Menurut Ferdy, realisasi proyek menjadi semakin penting di tengah tantangan perlambatan investasi asing di Indonesia. Investasi yang mulai berjalan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi dan peluang usaha bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Dari sisi teknis dan lingkungan, pakar LAPI ITB Irwan Iskandar mengatakan pengelolaan DPM telah mengacu pada kajian kebencanaan, geologi, hidrologi, geologi teknik, dan perlindungan lingkungan. Ia menilai pengelolaan tersebut telah mempertimbangkan aspek sains, teknologi, dan perlindungan lingkungan.

Salah satu teknologi yang diterapkan ialah paste backfilling, yakni material yang dicampur dengan semen kemudian dipompa kembali ke bukaan tambang, termasuk area longhole stoping. Metode tersebut berfungsi menjaga stabilitas ruang bawah tanah, mengendalikan rongga kosong, meminimalkan risiko amblesan, serta mencegah terbentuknya air asam tambang.


(Ilustrasi. Foto: dok DPM)
 

Pengelolaan air dilakukan terintegrasi


Penggunaan metode backfilling juga memungkinkan pengelolaan air dilakukan secara lebih terintegrasi. Karena tidak menggunakan dam tailing, gangguan terhadap air permukaan dapat ditekan.

Pengisian kembali material ke area tambang juga membantu mengendalikan penurunan muka air tanah. Material sisa pertambangan dapat dimanfaatkan kembali untuk mengisi ruang kosong di bawah tanah.

Untuk memastikan pengelolaan lingkungan berjalan, DPM akan memasang sekitar 10 sumur pantau di sekitar bukaan tambang bawah tanah. Sumur tersebut digunakan untuk memantau perubahan air tanah dan menjadi dasar evaluasi apabila ditemukan perubahan yang signifikan.

Irwan menilai teknologi backfilling merupakan pendekatan strategis yang berpotensi diterapkan pada kegiatan pertambangan lainnya. Dengan terpenuhinya aspek teknis, teknologi, dan lingkungan, proyek DPM dinilai memiliki dasar untuk dilanjutkan. Pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan penerimaan dan keterlibatan masyarakat sekitar.

(Husen Miftahudin)