Gunung Semeru Erupsi Jumat Pagi, Tinggi Letusan Capai 800 Meter

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 800 meter di atas puncak pada Jumat (21/8/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi Jumat Pagi, Tinggi Letusan Capai 800 Meter

Lukman Diah Sari • 21 August 2026 08:37

Lumajang: Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi. Tinggi letusan teramati mencapai 800 meter di atas puncak pada Jumat pagi, 21 Agustus 2026.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis di Lumajang, Jumat, 21 Agustus 2026, melansir Antara.

Menurut Liswanto, kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang mengarah ke barat daya. Saat laporan tersebut dibuat, erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih terus berlangsung.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru juga mengalami dua kali erupsi sebelumnya pada Jumat pagi, yakni:
  1. Pukul 05.02 WIB: Tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak.

  2. Pukul 05.17 WIB: Tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak.

Ia menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujar dia.

Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nym/pri

Kemudian masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Liswanto.

(Lukman Diah Sari)