Manusia tertua di dunia, Ethel Caterham. Foto: Guinness World Records
Manusia Tertua di Dunia Rayakan Ulang Tahun, Intip Profil Ethel Caterham
Muhamad Marup • 24 August 2026 23:56
Jakarta: Manusia tertua di dunia, Ethel Caterham, genap berusia 117 tahun pada Jumat, 21 Agustus 2026. Perempuan asal Inggris itu merayakan ulang tahunnya bersama keluarga dan teman-temannya di panti jompo tempatnya tinggal di Surrey, Inggris.
Menurut Guinness World Records, Ethel Caterham menjadi orang Inggris pertama yang mencapai usia 117 tahun. Ia lahir pada 21 Agustus 1909 di Shipton Bellinger, Hampshire, dan telah melewati berbagai peristiwa besar dunia, mulai dari dua perang dunia, tenggelamnya Titanic, Revolusi Rusia hingga pandemi Covid-19.
Perempuan yang kini tinggal di Hallmark Lakeview Care Home, Lightwater, itu menyandang status manusia tertua di dunia sejak April 2025 setelah Sister Inah Canabarro Lucas dari Brasil meninggal dunia pada usia 116 tahun. Caterham juga menjadi salah satu orang tertua yang berhasil bertahan hidup setelah terinfeksi covid-19 pada 2020 ketika berusia 110 tahun.
Dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-117, Caterham menyampaikan rasa bahagianya bisa merayakan momen tersebut bersama orang-orang terdekat. Ia juga mengaku masih menantikan apa yang akan terjadi pada tahun berikutnya.
“Saya menjalani hari yang menyenangkan untuk merayakan bersama keluarga dan teman-teman, dan saya menantikan apa yang akan terjadi tahun depan,” kata Caterham kepada kantor berita Inggris, PA Media, dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Perjalanan hidup Ethel Caterham
Caterham merupakan anak kedua termuda dari delapan bersaudara dan dibesarkan di Tidworth, Wiltshire. Pada usia 18 tahun, ia berangkat seorang diri ke India pada 1927 dan bekerja sebagai pengasuh anak untuk sebuah keluarga militer Inggris.Setelah kembali ke Inggris, Caterham bertemu Norman Caterham, seorang perwira Angkatan Darat Inggris, dalam sebuah pesta makan malam pada 1931. Keduanya menikah di Katedral Salisbury pada 1933 sebelum kemudian tinggal di sejumlah tempat, termasuk Hong Kong, tempat Caterham mendirikan taman kanak-kanak untuk anak-anak setempat dan Inggris.

Manusia tertua di dunia, Ethel Caterham. Foto: Guinness World Records
Caterham dan Norman kemudian kembali ke Inggris dan membesarkan dua putri, Gem dan Anne. Norman meninggal pada 1976, sedangkan kedua putrinya juga meninggal lebih dahulu sehingga Caterham kini memiliki tiga cucu dan lima cicit.
Usia panjang juga bukan satu-satunya hal yang menarik dari kehidupan Caterham. Ia masih mengemudi hingga berusia 97 tahun dan merupakan saudara dari Gladys Babilas yang juga hidup panjang hingga usia 104 tahun.
Caterham bahkan menjadi orang terakhir yang masih hidup yang lahir pada 1909 dan merupakan subjek terakhir yang masih hidup dari masa pemerintahan Raja Edward VII. Ia juga pernah disebut sebagai salah satu orang tertua yang selamat dari covid-19 setelah terinfeksi pada usia 110 tahun.
Caterham Pernah bertemu Raja Charles
Kisah Caterham juga memiliki momen istimewa bersama keluarga kerajaan Inggris. Ia dikunjungi Raja Charles III pada September 2025, tidak lama setelah ulang tahunnya yang ke-116, dalam kunjungan khusus ke panti jompo tempat Caterham tinggal.Dalam pertemuan tersebut, Caterham mengingat kembali saat Charles dilantik sebagai Pangeran Wales pada 1969 ketika berusia 21 tahun. Ia kemudian melontarkan candaan kepada Raja Charles mengenai popularitasnya di kalangan perempuan saat itu.
“Semua gadis jatuh cinta kepada Anda dan ingin menikah dengan Anda,” kata Caterham kepada Raja Charles. Selain Raja Charles, Caterham juga mendapat ucapan selamat ulang tahun dari João Marinho Neto, pria asal Brasil yang saat ini menyandang status manusia tertua di dunia untuk kategori laki-laki. Ucapan tersebut disampaikan dari Brasil dan dilaporkan Guinness World Records.
Meski telah mencapai usia 117 tahun, Caterham masih belum memegang rekor manusia tertua yang pernah tercatat. Rekor tersebut tetap dimiliki perempuan Perancis Jeanne Calment yang meninggal pada 1997 dalam usia 122 tahun 164 hari.
(Angel Rinella)