Dubes Guyana Carolyn Birkett Pimpin Bursa Calon Sekjen PBB Pengganti Guterres

Dubes Birkett memimpin straw poll kedua Dewan Keamanan PBB untuk memilih pengganti Sekjen Antonio Guterres. (Anadolu Agency)

Dubes Guyana Carolyn Birkett Pimpin Bursa Calon Sekjen PBB Pengganti Guterres

Willy Haryono • 22 August 2026 19:02

New York: Duta Besar Guyana untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Carolyn Rodrigues Birkett muncul sebagai kandidat terdepan dalam pemungutan suara informal kedua Dewan Keamanan PBB untuk menentukan pengganti Sekretaris Jenderal Antonio Guterres.

Hasil straw poll atau pemungutan suara penjajakan yang digelar secara tertutup pada Jumat kemarin menunjukkan Birkett memperoleh delapan suara "encourage" atau dukungan, tiga suara "discourage," dan empat anggota Dewan Keamanan tidak menyatakan pendapat.

Duta Besar Denmark untuk PBB Christina Markus Lassen, yang menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB selama Agustus, mengonfirmasi bahwa putaran kedua straw poll telah selesai.

"Putaran kedua straw poll telah dilaksanakan," kata Lassen kepada wartawan.

Menurut Lassen, hasil pemungutan suara akan disampaikan kepada para kandidat melalui perwakilan tetap negara anggota PBB yang mencalonkan mereka. Presiden Majelis Umum PBB juga akan diberi tahu bahwa proses tersebut telah selesai.

Dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu, 22 Agustus 2026, Grynspan dan Grossi masing-masing memperoleh tujuh suara "encourage" dalam putaran kedua, sehingga hanya terpaut satu suara dari Birkett.

Dalam putaran pertama, Grynspan sempat memimpin persaingan untuk menggantikan Guterres.

Sebanyak delapan kandidat saat ini bersaing dalam proses pemilihan Sekjen PBB. Mereka adalah diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dari Argentina, mantan Presiden Senegal Macky Sall, Birkett, mantan Presiden Majelis Umum PBB Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador, mantan Presiden Chile Michelle Bachelet, politikus dan diplomat Uganda Olara Otunnu, serta diplomat Ekuador Ivonne A-Baki.

Straw poll digelar untuk mengukur tingkat dukungan di antara 15 anggota Dewan Keamanan PBB dan membantu mempersempit daftar kandidat sebelum proses pemilihan formal.

Seorang kandidat membutuhkan dukungan sedikitnya sembilan anggota Dewan Keamanan untuk memperoleh rekomendasi. Namun, lima anggota tetap Dewan Keamanan—Amerika Serikat, Tiongkok, Prancis, Rusia, dan Inggris—memiliki hak veto yang dapat menggagalkan pencalonan.

Setelah Dewan Keamanan menyepakati satu kandidat, nama tersebut kemudian diajukan kepada Majelis Umum PBB untuk ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal. Proses di Majelis Umum biasanya dianggap sebagai formalitas setelah Dewan Keamanan mencapai kesepakatan.

Masa jabatan Guterres akan berakhir pada 31 Desember 2026.

Baca juga:  DK PBB Lakukan Jajak Pendapat untuk Calon Pengganti Sekjen Guterres

(Willy Haryono)