Penasihat Keamanan Nasional Irak Qasim al-Araji. (Anadolu Agency)
Irak Usulkan Pembentukan Dewan Keamanan Bersama Iran-Arab Saudi
Muhammad Reyhansyah • 24 August 2026 16:00
Baghdad: Irak mengusulkan pembentukan dewan keamanan bersama antara Iran dan Arab Saudi untuk membantu mengatasi ketegangan di antara dua kekuatan regional tersebut.
Baghdad menilai hubungan keduanya masih dibayangi "krisis kepercayaan."
Penasihat Keamanan Nasional Irak Qasim al-Araji mengatakan Baghdad telah menyampaikan proposal tersebut kepada pemerintah Iran dan Arab Saudi.
"Masalah antara kedua negara adalah krisis kepercayaan," kata al-Araji kepada stasiun televisi pemerintah Iraqiya TV, dikutip dari Anadolu, Senin, 24 Agustus 2026.
Al-Araji tidak memberikan rincian mengenai mekanisme yang diusulkan. Pemerintah Iran dan Arab Saudi juga belum memberikan tanggapan atas proposal tersebut.
Usulan Irak muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Beberapa hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan membahas perkembangan regional dan menekankan pentingnya mencegah eskalasi serta menyelesaikan perselisihan melalui jalur damai.
Pada 27 Juli, Arab Saudi mengatakan telah mencegat dan menghancurkan sejumlah drone yang diluncurkan dari wilayah Irak dan diduga menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Timur dan Riyadh. Riyadh menuding milisi yang berafiliasi dengan Iran berada di balik serangan tersebut dan memperingatkan akan mengambil tindakan.
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi kemudian memerintahkan aparat keamanan menyelidiki informasi yang diberikan Arab Saudi terkait dugaan peluncuran drone dari wilayah Irak.
Dalam isu domestik, al-Araji juga menegaskan bahwa upaya menempatkan seluruh senjata di bawah kendali negara merupakan keputusan strategis Irak. Ia mengatakan keputusan mengenai perang dan perdamaian sepenuhnya berada di tangan negara.
Militer Irak sebelumnya membentuk komite pada 3 Juni untuk menangani persoalan pengendalian senjata negara, yang selama ini menjadi tantangan politik dan keamanan akibat keberadaan sejumlah kelompok bersenjata di dalam maupun di luar Pasukan Mobilisasi Populer.
Baca juga: Arab Saudi Kecam Keras Serangan Iran terhadap Negara-Negara Teluk