Ilustrasi perdagangan saham di BEI. Foto: dok MI/Susanto.
Daftar Lengkap 6 Emiten yang Keluar dari MSCI Global Standard Index 2026
Richard Alkhalik • 13 May 2026 12:08
Jakarta: Lembaga penyedia indeks pasar saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI) baru saja mengumumkan hasil tinjauan indeks pasar Indonesia melalui MSCI May 2026 Index Review. Sebanyak enam emiten saham besar dalam negeri dikeluarkan dari daftar MSCI Global Standard Index.
Melansir Antara, Rabu, 13 Mei 2026, terdapat enam saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index meliputi:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Dalam tinjauan kali ini, MSCI juga tidak ada penambahan satu pun saham baru ke dalam indeks standar global tersebut. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai keputusan MSCI tersebut berada di luar ekspektasi para pelaku pasar.
"Rebalancing MSCI Mei 2026 cenderung di bawah ekspektasi pasar, karena jumlah saham Indonesia yang dikeluarkan lebih banyak dari perkiraan awal, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Kondisi ini mencerminkan penurunan representasi saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index," kata Ratna.
Hasil riset Phintraco menjelaskan perombakan ini berisiko memicu aliran modal keluar secara pasif atau passive outflow sekaligus meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek. Tekanan jual diproyeksikan akan berpusat pada saham-saham yang keluar, seiring dengan langkah penyesuaian portofolio oleh investor institusi global yang berkiblat pada indeks MSCI.
"Dengan country weight Indonesia sekitar 0,72 persen, rebalancing kali ini dapat mendorong potensi outflow sekitar Rp28 triliun-Rp31 triliun,” tulis analisis Phintraco.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Magnific.
Perombakan di Indeks Small Cap
Selain itu, MSCI turut merombak susunan MSCI Global Small Cap Index. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang sebelumnya keluar dari indeks utama, kini dimasukkan ke dalam indeks small cap tersebut.
Sebaliknya, MSCI menghapus 13 saham dari MSCI Global Small Cap Index. Deretan saham tersebut mencakup:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
- PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK).
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
- PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
- PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN).
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC).
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Adapun saham pada kategori MSCI Micro Cap Index Indonesia tidak terdapat penambahan maupun penghapusan dalam kajian periode Mei 2026 tersebut. Seluruh perubahan komposisi indeks tersebut akan berlaku efektif usai penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan mulai diimplementasikan secara pada 1 Juni 2026.
Phintraco Sekuritas memandang hasil rebalancing ini berpotensi menjadi sentimen negatif bagi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Proyeksi ini mencerminkan berkurangnya representasi saham-saham Indonesia dalam indeks MSCI, khususnya pada kategori standar global yang menjadi acuan utama investasi institusi asing.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com