PSSI Kecam Insiden 'Tendangan Kung Fu' di EPA U20, Dorong Evaluasi dan Sanksi

Sekjen PSSI Yusri Yunus. Foto: Antara

PSSI Kecam Insiden 'Tendangan Kung Fu' di EPA U20, Dorong Evaluasi dan Sanksi

Arga Sumantri • 20 April 2026 18:07

Jakarta: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengutuk keras insiden kekerasan yang terjadi pada laga Elite Pro Academy (EPA) U20 antara Dewa United Development melawan Bhayangkara Youth, di Stadion Citarum, Semarang, Minggu, 19 April 2025. Insinden tendangan kung fu pemain muda mewarnai kericuhan ini.

"PSSI termasuk ketua umum sangat mengutuk keras kejadian ini dan pemain yang melakukan hal (kekerasan-red) itu. PSSI segera menyampaikan hal ini kepada komite disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin, 20 April 2026.

PSSI akan memberikan sanksi tegas kepada semua pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Selain itu, Yunus menyebut PSSI melihat adanya kelalaian dari perangkat pertandingan yang diduga tidak maksimal dalam memimpin laga.

"Itu menjadi atensi PSSI. Kami menyerahkan kepada Ketua Komite Wasit (Yoshimi) Ogawa untuk mengevaluasi kejadian tersebut, lalu memberikan edukasi serta sanksi kepada perangkat pertandingan jika ternyata terbukti lalai," kata dia.

PSSI sangat prihatin kekerasan kembali terjadi di lingkup persepakbolaan nasional, terutama di kompetisi usia muda.

Dia pun mengingatkan agar semua pesepak bola Indonesia mampu menahan diri dari tindakan-tindakan yang menyalahi aturan.

"Kami memohon kepada pemain, apa pun yang terjadi di lapangan tidak perlu ditanggapi dengan emosional, harus sabar. Kalau seperti ini (kekerasan-red) akan merugikan pemain dan klub," tutur Yunus.

Ilustrasi. Foto: Pixabay.

Peristiwa kekerasan pada laga Elite Pro Academy (EPA) U20 Dewa United Development versus Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Semarang, terjadi setelah pertandingan usai. Laga itu dimenangkan Dewa United dengan skor 2-1.

Para pemain dari kedua tim terlihat terlibat dalam aksi dorong-dorongan yang kemudian berkembang menjadi keributan. Beberapa pemain bahkan menunjukkan tindakan agresif, termasuk adanya tendangan yang dinilai berbahaya ke arah pemain Dewa United. 

Pelaku tendangan kung fu itu diduga Alberto Hengga, mantan penggawa Timnas Indonesia U-17 yang bermain di Piala Dunia U-17. Dia juga masuk daftar skuad Timnas U-19.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)