Cuaca Panas dan Angin Kencang di Aceh Berpotensi Perluas Karhutla

Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar lahan seluas kurang lebih tiga hektare di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. ANTARA/HO-BPBD Aceh Tengah

Cuaca Panas dan Angin Kencang di Aceh Berpotensi Perluas Karhutla

Whisnu Mardiansyah • 1 June 2026 22:49

Banda Aceh: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kondisi cuaca panas yang disertai embusan angin kencang berpotensi memperluas sebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kondisi cuaca yang kering dapat memicu percepatan rambatan api pada vegetasi lahan yang mudah terbakar.

"Hasil pemantauan visual menunjukkan api belum berhasil dipadamkan dan masih dalam proses penanganan. Diperkirakan api masih dapat meluas mengingat kondisi cuaca saat ini yang panas serta disertai angin kencang," ucap Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin, 1 Juni 2026, 

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mengonfirmasi, berdasarkan laporan yang diterima hingga Minggu, 31 Mei 2026, eskalasi titik api terbesar saat ini terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Nagan Raya dengan luasan lahan terbakar sementara yang mencapai 17 hektare.
 


Kebakaran di Nagan Raya tersebut melanda kawasan Gampong Kayee Uneo di Kecamatan Darul Makmur serta Gampong Babah Lueng di Kecamatan Tripa Makmur. Tim gabungan tengah mengerahkan dua unit mesin pompa air untuk memblokade pergerakan api agar tidak semakin meluas.

Selain Nagan Raya, kebakaran dalam waktu yang bersamaan juga menghanguskan sedikitnya dua hektare lahan di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat.


Tim Manggala Agni berupaya memadamkan kepala api agar tak menjalar di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak. ANTARA/HO-Manggala Agni

Hingga saat ini, menurut Abdul Muhari, operasi pemadaman jalur darat di Aceh Barat masih terus berlangsung karena bara api di lapisan bawah tanah belum sepenuhnya padam.

Sementara itu, untuk klaster kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Tengah yang sempat menghanguskan tiga hektare lahan di Kecamatan Ketol, Bebesen, dan Kebayakan, dipastikan telah berhasil dipadamkan secara total oleh petugas pemadam kebakaran setempat.

(Whisnu M)