Yordania Eksekusi Enam Terpidana Kasus Terorisme dan Narkotika

Ilustrasi hukum gantung. (Anadolu Agency)

Yordania Eksekusi Enam Terpidana Kasus Terorisme dan Narkotika

Willy Haryono • 21 June 2026 16:20

Amman: Pemerintah Yordania mengeksekusi enam terpidana kasus terorisme dan kejahatan narkotika yang menyebabkan tewasnya anggota militer serta aparat keamanan negara tersebut.

Menurut laporan yang mengutip Menteri Komunikasi Pemerintah sekaligus juru bicara resmi pemerintah, Mohammad Al-Momani, eksekusi dilaksanakan pada Minggu dini hari, 21 Juni 2026, setelah seluruh putusan hukum berkekuatan tetap dan prosedur peradilan selesai dijalankan.

Dilansir dari Anadolu Agency, Al-Momani mengatakan dua dari enam terpidana merupakan pelaku dalam kasus yang dikenal sebagai "Sel Salt" (Salt Cell), sebuah kelompok yang diduga dibentuk pada 2018.

Kasus tersebut berkaitan dengan serangan yang menewaskan sejumlah personel keamanan, termasuk anggota Direktorat Keamanan Publik dan Angkatan Bersenjata Yordania.

Seorang terpidana lainnya dieksekusi atas keterlibatannya dalam kasus terorisme pada 2022 yang mengakibatkan tewasnya seorang perwira senior.

Sementara itu, dua terpidana lain dihukum mati dalam kasus penyelundupan narkotika yang berubah menjadi aksi kekerasan saat penggerebekan oleh aparat pada 2014 dan 2017.

Dalam kedua insiden tersebut, sejumlah petugas kepolisian dilaporkan tewas saat menjalankan operasi penegakan hukum.

Seorang terpidana lainnya dieksekusi terkait kasus narkotika pada 2018 yang juga menyebabkan kematian seorang anggota kepolisian ketika aparat melakukan penggerebekan.

Pemerintah Yordania menegaskan bahwa seluruh eksekusi dilakukan setelah proses hukum selesai dan seluruh jalur banding yang tersedia telah ditempuh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Yordania masih menerapkan hukuman mati untuk sejumlah tindak pidana berat, termasuk terorisme, pembunuhan, serta kejahatan tertentu yang berkaitan dengan keamanan nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, kerajaan tersebut menghadapi berbagai tantangan keamanan, termasuk ancaman kelompok ekstremis dan meningkatnya aktivitas penyelundupan narkotika di wilayah perbatasannya.

Baca juga:  WNI Terduga Simpatisan ISIS Ditangkap Yordania, Kemenlu Kawal Proses Hukum

(Willy Haryono)