MTQ Nasional 2026 Diikuti 2.242 Peserta dari 37 Provinsi

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Abu Rokhmad. Dok. Istimewa

MTQ Nasional 2026 Diikuti 2.242 Peserta dari 37 Provinsi

Achmad Zulfikar Fazli • 13 September 2026 23:03

Semarang: Sebanyak 2.242 peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI dari 37 provinsi akan berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah. Cakupan kompetisi ini dirancang menjangkau peserta dari berbagai kelompok usia dan bidang keahlian Al-Qur’an.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Abu Rokhmad, mengatakan kompetisi MTQ Nasional XXXI mencakup kategori anak-anak hingga dewasa, tilawah, qiraat, hafalan, tafsir, hingga cabang yang menguji kemampuan intelektual dan seni Al-Qur’an.

“MTQ Nasional sebagai instrumen pembinaan Al-Qur’an yang inklusif dan menjangkau lintas generasi,” ujar Abu Rokhmad saat menyampaikan laporan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Semarang, dikutip pada Minggu, 12 September 2026.
 


Menurut dia, peserta bakal berlaga dalam beragam kategori, mulai dari hafalan satu juz hingga 30 juz, serta tafsir Al-Qur’an dalam tiga bahasa. Keragaman cabang tersebut menunjukkan pembinaan Al-Qur’an tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga pemahaman, penafsiran, penulisan, dan pengembangan seni yang berkaitan dengan Al-Qur’an.

Dari sisi penilaian, penyelenggara menyiapkan 155 Dewan Hakim untuk mengawal seluruh proses kompetisi. Mereka telah melalui tahapan penyiapan sesuai dengan standar penyelenggaraan MTQ Nasional, dengan independensi, objektivitas, dan profesionalitas menjadi aspek penting untuk menjaga kredibilitas hasil musabaqah.

“Independensi, objektivitas, dan profesionalitas Dewan Hakim menjadi variabel kunci yang kami jaga ketat agar hasil kompetisi tetap kredibel dan diterima oleh seluruh kafilah,” kata Abu Rokhmad.

Pembukaan 
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Dok. Istimewa

Kompetisi berlangsung serentak di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang, ditambah satu titik registrasi kafilah. Dengan demikian, terdapat 13 titik operasional yang dikelola secara simultan selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.

Pengelolaan banyak lokasi tersebut menjadi bagian penting dari koordinasi panitia agar setiap cabang dapat berlangsung tertib dan tepat waktu.

Di samping itu, Abu Rokhmad menjelaskan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI mengusung tema Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban. Tema tersebut diambil agar MTQ menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat dan kehidupan berbangsa.

Selain kompetisi, penyelenggara menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung untuk memperluas manfaat MTQ bagi masyarakat. Rangkaian tersebut meliputi Kemenag Expo, Bazar UMKM dan Produk Halal, Pameran Mushaf dan Khazanah Manuskrip Al-Qur’an, Muzakarah Ilmiah Al-Qur’an, serta Panggung Seni dan Budaya Islami.

Abu Rokhmad menambahkan, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI merupakan hasil kerja bersama Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ, Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, pemerintah daerah, Dewan Hakim, panitia pusat dan daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.

Dukungan tersebut diharapkan membuat MTQ tak hanya menjadi perhelatan kompetisi tingkat nasional, tetapi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta memperluas dampaknya bagi kehidupan sosial, pendidikan, budaya, dan keagamaan.

(Achmad Zulfikar Fazli)