Siklon Vaianu Hantam Selandia Baru, Ratusan Orang Dievakuasi

Siklon Vaianu menerjang Pulau Utara Selandia Baru dengan kecepatan angin hingga 130 km/jam. (windy.comm)

Siklon Vaianu Hantam Selandia Baru, Ratusan Orang Dievakuasi

Dimas Chairullah • 12 April 2026 15:33

Wellington: Siklon Vaianu menerjang Pulau Utara Selandia Baru pada Minggu, 12 April 2026, yang memicu pemadaman listrik bagi ribuan rumah serta memaksa ratusan warga mengungsi.

Mengutip Straits Times, otoritas Pulau Utara memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem berpotensi memburuk sepanjang hari, meski pusat badai belum sepenuhnya mencapai daratan pada Minggu sore waktu setempat.

Badan layanan cuaca nasional MetService menyebut siklon ini membawa angin kencang dengan kecepatan lebih dari 130 km/jam, disertai hujan lebat dan gelombang tinggi. Di beberapa wilayah, curah hujan dalam 24 jam tercatat melebihi 100 mm.

Status darurat telah diberlakukan di sejumlah area terdampak, dengan peringatan angin tingkat “merah” dikeluarkan untuk menandai kondisi cuaca paling ekstrem.

Menteri Manajemen Darurat Selandia Baru, Mark Mitchell, mengatakan bahwa pergerakan siklon sedikit bergeser ke arah timur sehingga Auckland—kota terbesar di negara itu—terhindar dari dampak terburuk.

“Intensitasnya tidak separah yang diperkirakan sebelumnya, dan itu kabar baik,” ujarnya.

Meski demikian, Mitchell mengingatkan bahwa ancaman masih tinggi dalam beberapa jam ke depan, terutama saat badai mendekati garis pantai.

“Kita akan melihat peningkatan intensitas dalam 12 jam ke depan,” katanya, seraya menyoroti potensi banjir akibat kombinasi air pasang dan gelombang badai.

Hingga kini, sekitar 5.000 rumah dilaporkan mengalami pemadaman listrik, meski aliran ke sekitar 2.000 rumah telah berhasil dipulihkan. Ratusan warga juga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Pemerintah mengerahkan personel Angkatan Pertahanan Selandia Baru beserta alat berat untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan darurat di lapangan.

Kehadiran Siklon Vaianu turut membangkitkan trauma warga terhadap Topan Gabrielle pada 2023 lalu, yang menewaskan 11 orang dan menyebabkan ribuan warga mengungsi, serta menjadi salah satu bencana alam terburuk di Selandia Baru dalam beberapa dekade terakhir.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Landa Selandia Baru, Ribuan Rumah Rusak

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)