Danantara Buka Tender Proyek Waste to Energy untuk 25 Kota

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas. Foto: dok MI/Rommy Pujianto.

Danantara Buka Tender Proyek Waste to Energy untuk 25 Kota

Husen Miftahudin • 10 April 2026 10:20

Jakarta: Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan membuka tender proyek Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk 25 kota di Indonesia pada April 2026.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas mengatakan jumlah kota yang terlibat pada gelombang kedua jauh lebih banyak dibandingkan gelombang pertama, karena tingginya minat pemerintah daerah (pemda) dalam proyek PSEL.

"Ada 25 kota di batch kedua. Jadi hampir semua ibu kota provinsi akan mendapatkan fasilitas pengolahan sampah," ungkap Rohan dalam Afternoon Coffee Session di Wisma Danantara Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 10 April 2026.

Rohan mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa pemenang tender dari proyek PSEL tahap kedua adalah perusahaan berasal dari negara yang sama dengan pemenang tahap pertama, yaitu Tiongkok.

Diketahui, perusahaan pemenang tender proyek PSEL tahap pertama untuk Bogor dan Denpasar berasal dari Tiongkok yaitu Zhejiang Weiming, sementara untuk proyek Bekasi dimenangkan oleh Wangneng Environment Co., Ltd.
 

Baca juga: Danantara Bentuk Denera, Holding Pengelolaan Sampah Terintegrasi


(Ilustrasi tumpukan sampah yang siap diolah menjadi energi listrik. Foto: dok Istimewa)
 

Tidak semua daerah garap proyek WtE


Dalam kesempatan sama, Lead of Waste-to-Energy sekaligus Director of Investment Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman menjelaskan tidak semua daerah dapat langsung menjadi lokasi investasi proyek PSEL.

Ia menjelaskan proyek PSEL hanya dapat dilakukan di wilayah dengan volume sampah minimal 1.000 ton per hari. "Jadi, pemda-nya harus mungkin, pemda-nya harus siap, lokasinya pun tersebut harus sesuai dengan threshold yang ada di peraturan, terang Fadli.

Selain memenuhi ambang batas volume sampah, Ia melanjutkan bahwa proyek juga wajib lolos sejumlah kajian, mulai dari aspek teknis, komersial, finansial hingga manajemen risiko.

"Harus lulus semua. Teknisnya harus lulus, komersialnya lulus, finansinya lulus, kajian management risk juga lulus, supaya kita bisa masuk untuk modifikasi asli investasi tersebut," ujar Fadli.

Pada gelombang pertama, Danantara telah menetapkan perusahaan pemenang tender untuk proyek PSEL di Denpasar dan Bogor yaitu Zhejiang Weiming. Sementara untuk proyek Kota Bekasi dimenangkan oleh Wangneng Environment Co., Ltd. Adapun, nilai investasi masing-masing proyek diperkirakan sekitar Rp2,5 triliun hingga Rp2,8 triliun.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)