Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Menjadi 2.295 Orang

Korban tewas akibat gempa di Venezuela terus bertambah. Foto: The New York Times

Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Menjadi 2.295 Orang

Muhammad Reyhansyah • 2 July 2026 10:32

Caracas: Korban tewas akibat dua gempa besar yang mengguncang pesisir utara Venezuela pada 24 Juni terus bertambah.

Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengumumkan jumlah korban meninggal telah mencapai 2.295 orang.

Dalam pengarahan nasional yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Venezolana de Television pada Rabu, 1 Juli 2026, Rodriguez mengatakan jumlah korban luka juga meningkat menjadi 11.267 orang, sementara 12.841 warga lainnya terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.

Rodriguez mengatakan lebih dari 4.000 personel tanggap darurat yang dikerahkan di wilayah terdampak telah berhasil mengevakuasi 6.461 korban selamat dari reruntuhan bangunan sejak gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda.

"Harapan tetap ada," kata Rodriguez, dikutip dari Yeni Safak.

Ia menambahkan ribuan personel penyelamat dari lebih dari 30 negara masih terus melakukan operasi pencarian, meski peluang menemukan korban selamat semakin menurun seiring berjalannya waktu.

Rodriguez mengatakan sedikitnya 782 gempa susulan telah tercatat sejak dua gempa utama mengguncang wilayah utara Venezuela.

Meski frekuensi dan intensitas gempa susulan mulai menurun dalam 48 jam terakhir, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bangunan yang mengalami kerusakan karena masih berpotensi roboh.

“Ancamannya tampaknya mulai berkurang, tetapi belum sepenuhnya hilang,” ujar Rodriguez seraya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap bangunan beton yang mengalami kerusakan. 

Tim penyelamat juga terus melakukan pemeriksaan struktur bangunan guna mencegah terjadinya keruntuhan susulan.

Sementara itu, berdasarkan penilaian awal menggunakan citra satelit, National Aeronautics and Space Administration (NASA) memperkirakan lebih dari 58.000 bangunan mengalami kerusakan atau hancur akibat gempa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengumumkan tengah mengadakan 10.000 kantong jenazah seiring bergesernya fokus operasi dari pencarian korban selamat menuju evakuasi jenazah.

Operasi pencarian masih terus berlangsung, namun harapan keluarga untuk menemukan kerabat yang masih hilang dalam keadaan selamat semakin menipis seiring berlalunya waktu.

(Fajar Nugraha)