Rangkaian Serangan Membabi Buta Siap Dilancarkan Iran ke AS

Rudal Iran yang diluncurkan sebagai serangan balasan ke pertahanan Amerika Serikat. Foto: Press TV

Rangkaian Serangan Membabi Buta Siap Dilancarkan Iran ke AS

Fajar Nugraha • 8 July 2026 18:09

Teheran: Markas Besar Khatam al-Anbiya pada Rabu, 8 Juli 2026, menegaskan Iran akan memberikan "respons yang menghancurkan" atas dugaan serangan Amerika Serikat (AS) di sejumlah wilayah selatan Iran.

Pernyataan itu disampaikan setelah serangkaian ledakan dilaporkan terjadi di Provinsi Hormozgan. Dalam pernyataannya, markas militer Iran menegaskan dugaan agresi Amerika Serikat tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

"Satu-satunya jalur aman bagi kapal dagang dan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz adalah rute yang telah ditetapkan oleh Republik Islam Iran," demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari media Press TV, Rabu, 8 Juli 2026.

Markas Khatam al-Anbiya juga menilai tindakan Amerika Serikat menunjukkan pengabaian terhadap komitmen dalam nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada bulan lalu. Iran menegaskan campur tangan Washington di Selat Hormuz "dalam keadaan apa pun" tidak akan luput dari hukuman.

Media Iran melaporkan beberapa ledakan terdengar di sekitar Kabupaten Sirik dan Pulau Qeshm. Koresponden Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) menyebut sejumlah proyektil musuh menghantam pelabuhan perikanan dan komersial di Sirik hingga menyebabkan beberapa orang terluka.

Seorang pejabat pelabuhan di Provinsi Hormozgan juga melaporkan kepulan asap hitam muncul di belakang pasar ikan di Kota Bandar Abbas. Menurutnya, proyektil musuh menghantam dermaga perikanan Bandar Abbas sehingga memicu kebakaran pada sejumlah kapal nelayan milik warga sipil.

Markas Khatam al-Anbiya menyatakan insiden tersebut bukan yang pertama sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak pada 7 April 2026 yang kemudian diikuti perundingan hingga menghasilkan nota kesepahaman.

Iran mengklaim setiap dugaan serangan sebelumnya telah dibalas dengan serangan terhadap sasaran strategis Amerika Serikat di kawasan. Pernyataan itu juga disampaikan ketika Irak bersiap menggelar rangkaian prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut markas militer Iran, jutaan warga yang mengikuti upacara penghormatan terakhir di Iran menjadi bukti kuatnya dukungan publik terhadap Khamenei meski, menurut mereka, Amerika Serikat dan sekutunya berupaya membangun narasi yang berbeda.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)