Camping Ground di Desa Wisata Cibuntu. Foto: jadesta.kemenpar.go.id
Ragam Aktivitas Liburan di Desa Wisata Cibuntu, Salah Satu yang Terbaik di ASEAN!
Muhamad Marup • 8 July 2026 23:13
Jakarta: Kuningan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang terkenal dengan wisata alamnya. Salah satunya adalah Desa Wisata Cibuntu, salah satu desa terbaik di ASEAN.
Terletak di lereng Gunung Ciremai, Dusun Secatuhu, wisata ini menyajikan alam yang asri serta pemandangan yang indah.
Dilansir dari laman resmi Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata, desa ini terus berkembang menjadi destinasi unggulan Jawa Barat sejak diresmikan pertama kali di 2012. Terbukti dari berbagai penghargaan nasional sampai internasional yang berhasil dimenangkannya.
Keberlangsungan Desa Wisata Cibuntu tidak hanya didukung oleh panorama alamnya. Keterlibatan Masyarakat dan Dinas Pariwisata dalam pengembangan wisata, meningkatkan sarana dan prasarana, serta profesionalisme dalam mengelola wisata turut menarik wisatawan untuk datang.
Destinasi Wisata Utama
Curug Gongseng
Berada di perbatasan perbatasan hutan lindung Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), curug ini menjadi wisata utama di Kawasan ini. Pengunjung di sini dapat berenang di bawah pancuran air terjun yang airnya mengalir langsung dari Gunung Ciremai.Air di curug ini akan meluap di saat hujan. Pengelola wisata menetapkan penutupan area bagi pengunjung apabila situasi dianggap berbahaya.
Harga tiket masuk air terjun ini sebesar Rp7.000 dengan Rp2.000 untuk parkir motor dan Rp5.000 untuk parkir mobil.
Wisata Offroad Cibuntu
Terletak di terletak di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, wisata ini merupakan salah satu daya tarik wisata di Desa Wisata Cibuntu. Di sini para pengunjung dapat mengendarai kendaraan off-road sekaligus menikmati keindahan pohon karet di sekitar.Area wisata ini juga dapat digunakan untuk kegiatan pemotretan, termasuk prewedding dan kelulusan.
Harga tiket masuk Wisata Offroad Cibuntu ini sebesar Rp2.000 dan Rp300.000 untuk mengendarai kendaraan offroad.
Mata Air Kahuripan
Terletak di dekat Situs Kaurip Kidul, mata air ini merupakan daya Tarik wisata popular di Desa Wisata Cibuntu. Berdasarkan uji klinis Badan Kesehatan, air dari mata air ini layak dikonsumsi oleh Masyarakat.
Upacara adat Sedekah Bumi di Desa Wisata Cibuntu. Foto: jadesta.kemenpar.go.id
Selain berfungsi sebagai pusat wisata, tempat ini juga dimanfaatkan warga sebagai sebagai penyedia air bersih sehari-hari.
Kampung Domba
Kampung domba di Desa Wisata Cibuntu menjadi salah satu destinasi edukasi dengan sekitar seribu ekor domba dan 70 kandang. Selain berfungsi sebagai wisata edukasi, kampung domba ini juga aktif digunakan warga setempat sebagai sumber matapencaharian.Kebun Karet
Di Desa Cibuntu terdapat Kebun Karet yang dapat menjadi wisata alam dan edukasi. Area ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran budidaya pohon karet sekaligus Lokasi wisata alam.Perkebunan karet ini juga bisa dimanfaatkan sebagai lokasi foto, termasuk foto prewedding dan kelulusan.
Rute Menuju Desa Wisata Cibuntu
Desa Wisata Cibuntu dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Melansir Google Map, perjalanan dapat ditempuh selama tiga setengah jam dari Jakarta melalui tol Cikopo-Palimanan. Dari Kota Cirebon, perjalanan ditempuh selama 35 sampai 50 menit melalui Jalan Kejaksan.Wisatawan dari kuningan dapat menempuh perjalanan sekitar 25 menit hingga satu jam melalui Jalan Madirancan. Dari Kota Bandung, perjalananan membutuhkan waktu tiga setengah jam melalui Jalan Tol Cisumdawu. Bagi pengguna transportasi umum, pengunjung dapat mencapai Desa Wisata Cibuntu melalui Stasiun Cirebon dengan kereta atau Terminal Kertawangunan di Kuningan dengan bus antarkota. Selanjutnya perjalanan menuju Desa Wisata Cibuntu dapat dilanjutkan melalui angkutan umum, ojek online, atau kendaraan sewaan.
Jam Buka
Desa Wisata Cibuntu buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 dengan tarif tiket masuk berbeda-beda sesuai dengan layanan yang dipilih. Pengelola juga menyediakan paket wisata untuk keluarga, pelajar, dan paket wisata khusus.(Khairunissa Auliya)