Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Punya Harta Rp74,5 Miliar

Mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang dipilih jadi Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono. Foto: Dok Kemenkeu

Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Punya Harta Rp74,5 Miliar

Eko Nordiansyah • 27 January 2026 16:48

Jakarta: Rapat Paripurna DPR menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 dalam Sidang Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta. Persetujuan itu merupakan hasil musyawarah mufakat Komisi XI DPR setelah rangkaian uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI.

Dengan keputusan tersebut, Thomas Djiwandono secara resmi telah disetujui DPR menjadi Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatan pada 13 Januari 2026.

Sebelumnya, Komisi XI DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap tiga calon Deputi Gubernur BI, yakni Solikin M. Juhro, Dicky Kartikoyono, dan Thomas Djiwandono, sebelum akhirnya menetapkan Thomas sebagai calon terpilih.

Profil Thomas Djiwandono

Thomas M. Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia berasal dari keluarga yang memiliki akar kuat di dunia ekonomi dan politik. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, adalah mantan Gubernur Bank Indonesia. Ibunya, Biantiningsih Miderawati, merupakan kakak kandung Presiden Prabowo Subianto, pendiri Partai Gerindra.

Pendidikannya dimulai di SMP Kanisius Menteng, Jakarta. Ia kemudian meraih gelar Sarjana di bidang Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat.

(Thomas Djiwandono saat menjalani fit and proper test di Komisi XI DPR. Foto: Dok TV Parlemen)

Gelar Magister ia peroleh di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, D.C.

Karier profesional Thomas Djiwandono dimulai dari dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan wartawan di Indonesia Business Weekly pada 1994. Ia juga sempat bekerja sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.

Pada 2006, ia beralih ke dunia bisnis setelah diminta pamannya, Hashim Djojohadikusumo, untuk bergabung dengan Arsari Group, sebuah perusahaan agrobisnis. Di sana, ia menjabat sebagai Deputy Chief Executive Officer (CEO). Thomas Djiwandono sebelumnya juga menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Harta kekayaan

Dilansir dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Thomas memiliki total harta kekayaan sebesar Rp74,5 miliar. LHKPN Thomas terakhir kali dilaporkan ke KPK pada 23 Januari 2025 untuk periode 2024

Adapun rincian harta kekayaan Thomas terdiri dari tanah dan bangunan seluas 2.646 m2/274 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp40.570.630.000. Kemudian mobil Toyota Alphard 2.5 tahun 2019 senilai Rp800 juta, mobil Hyundai Staria 2024 senilai Rp1.065.000.000, dan mobil Lexus 2024 senilai Rp2.350.000.000.

Selain itu, Thomas tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp1.809.500.000, kemudian surat berharga sebesar Rp13.073.600.000, serta kas dan setara kas sebesar Rp14.829.031.234.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)