78 Anak Penyintas Longsor Pasirlangu Bandung Barat Diberikan Trauma Healing

Suasana trauma healing bagi anak korban terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 27 Januari 2026.

78 Anak Penyintas Longsor Pasirlangu Bandung Barat Diberikan Trauma Healing

Roni Kurniawan • 27 January 2026 11:34

Bandung Barat: Upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan trauma healing yang digelar bagi puluhan anak korban bencana.

Istri Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Syahnaz Sadiqah, mengatakan kegiatan trauma healing ini dilakukan bersama tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi mental anak-anak pascabencana.

"Alhamdulillah, kita ke sini barengan juga dengan dari provinsi untuk mengadakan trauma healing bagi anak-anak supaya mereka tidak menjadi trauma ke depannya," ujar Syahnaz di lokasi pengungsian Desa Pasirlangu pada Selasa, 27 Januari 2026.

Syahnaz menjelaskan, trauma healing dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak-anak. Berbagai aktivitas seperti bermain bersama, membaca dongeng, hingga menggambar dipilih agar anak-anak kembali fokus pada kegiatan yang positif.
 


"Tadi juga salah satunya kita ajak aktivitas bermain, baca dongeng, ada juga kegiatan menggambar supaya anak-anak tetap fokus ke aktivitas anak-anak seperti itu," jelas Syahnaz.

Selain kegiatan edukatif dan rekreatif, panitia juga membagikan makanan kepada anak-anak untuk menambah rasa nyaman dan kebahagiaan di tengah situasi darurat yang mereka alami.

Tercatat sebanyak 78 anak terdampak longsor mengikuti program trauma healing. Mereka merupakan anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi bencana dan saat ini masih berada di pengungsian.


Lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Syahnaz berharap, kegiatan ini dapat membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak serta mencegah trauma berkepanjangan akibat peristiwa longsor yang melanda wilayah tersebut.

"Anak-anak ini harus tetap ceria dan semangat. Jangan sampai kejadian ini membekas terlalu dalam dan mengganggu tumbuh kembang mereka ke depan," pungkas Syahnaz.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)