Pelayanan Kesehatan Dinilai Perlu Ekosistem Digital Terintegrasi

Pelayanan kesehatan. Foto: Ilustrasi Medcom.id

Pelayanan Kesehatan Dinilai Perlu Ekosistem Digital Terintegrasi

Achmad Zulfikar Fazli • 28 January 2026 21:26

Jakarta: Pelayanan kesehatan dinilai memerlukan ekosistem digital terintegrasi. Mengingat, sektor kesehatan di Asia Tenggara tengah beralih dari pencatatan manual ke sistem digital untuk mengikuti kebijakan pemerintah yang terus berkembang.

"Didorong oleh pendekatan kami yang berpusat pada pelanggan. Kami berupaya memantapkan diri sebagai penyedia teknologi terkemuka di industri ini," kata pendiri Kumo, Kevin Nair, dalam keterangan yang dikutip Rabu, 28 Januari 2026.

Menurut Kevin, hal itu sesuai dengan kebutuhan perawatan pasien, standar keamanan data, dan ekspektasi efisiensi operasional. Apalagi, setiap pusat kesehatan kini wajib menggunakan rekam medis elektronik yang terintegrasi agar menjamin keamanan data pasien, serta memenuhi standar perawatan dan efisiensi operasional yang ditetapkan. 

Dengan sistem digital yang mumpuni, pengelola klinik tidak hanya bisa bekerja lebih efisien dan terhindar dari risiko kebocoran data. Tetapi, lebih siap bersaing dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Di tengah dinamika tersebut, pihaknya mencapai babak baru dalam misinya mengoptimalkan operasional klinik kecantikan dan pusat kesehatan setelah 10 tahun berjalan. Platform Software as a Service (SaaS) ini kini telah berkembang menjadi solusi bisnis kesehatan lengkap yang membantu lebih dari 2.500 klinik dan 25.000 pengguna. 

"Untuk mencapai hal tersebut, kami bekerja sama erat dengan klien, memperlakukan mereka sebagai mitra. Dengan aktif mendengarkan masukan mereka dan melakukan penyesuaian perangkat lunak yang diperlukan," kata Kevin.

Jangkauannya pun sudah merambah ke seluruh wilayah Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Indonesia, lewat empat merek khusus: Aoikumo, kumoDent, kumoVet, dan kumoDoc yang melayani klinik kecantikan dan pusat kesehatan, klinik gigi, klinik hewan dan pusat grooming hewan, hingga dokter umum.

"Kami memastikan Kumo berada di garda terdepan dalam kemajuan teknologi untuk klinik," kata Kevin.
 

Baca Juga: 

Menkes: 14 Rumah Sakit Canggih Siap Diresmikan Presiden Prabowo



Pendiri Kumo Kevin Nair. Dok. Istimewa

Di sisi lain, platform ini menjawab keresahan pemilik klinik terhadap kompleksitas regulasi, perlindungan data, dan kewajiban Rekam Medis Elektronik (RME) di Asia Tenggara, yang kerap membebani operasional dan menuntut efisiensi lebih tinggi dengan sumber daya terbatas.

Sebagai solusinya, Kumo menggabungkan semua urusan klinik, mulai dari daftar pasien, pembayaran, hingga urusan laporan ke pemerintah seperti SATUSEHAT di Indonesia, ke dalam platform layanan kesehatan yang terintegrasi penuh. Tak hanya itu, Kumo™? terhubung dengan layanan pihak ketiga yang populer, seperti WhatsApp, Google, LINE, dan Stripe. 

Sistem ini mendukung manajemen dan klaim pihak ketiga (Third Party Administrator) serta faktur dan pembayaran yang terintegrasi. Platform ini juga menyediakan aplikasi khusus untuk dokter, pasien, dan perawat, sehingga memudahkan komunikasi dan koordinasi perawatan di setiap titik kontak sepanjang perjalanan pasien.

Kumo telah tersertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi dan SIRIM UKAS, memperkuat komitmennya dalam melindungi informasi sensitif pasien dan memenuhi standar kepatuhan global. Kumo juga terintegrasi dengan SNOMED CT untuk diagnosis pasien, guna memastikan interoperabilitas data antar penyedia layanan kesehatan.
 
Tidak hanya standar kesehatan nasional, platform ini juga berperan penting sebagai penghubung kerangka kerja kepatuhan serta standar data klinis yang sedang berkembang. Dengan bantuan teknologi AI (kecerdasan buatan) yang mudah beradaptasi, dokter dan pemilik klinik bisa lebih fokus mengurus kesembuhan pasien. 

Sementara itu, urusan operasional yang rumit akan otomatis ditangani oleh sistem agar bisnis klinik bisa tumbuh lebih besar dan bersaing.

Melihat jauh ke depan, Kevin Nair percaya kunci sukses layanan kesehatan bukan lagi soal banyaknya fitur, melainkan seberapa baik sistem tersebut saling terhubung. 

“Dekade berikutnya dari perawatan rawat jalan tidak akan ditentukan oleh lebih banyak aplikasi dan fitur, melainkan oleh ekosistem klinis yang lebih terintegrasi, interoperabel, dan cerdas dengan AI yang berbasis nilai. Perubahan kecil dapat membawa perbedaan besar,” ujar Kevin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)