Tiongkok Peringatkan Bahaya Petualangan Militer Terhadap Iran

Warga Iran mendukung Garda Revolusi melawan kekuatan asing. Foto: Tasnim

Tiongkok Peringatkan Bahaya Petualangan Militer Terhadap Iran

Fajar Nugraha • 29 January 2026 19:08

Beijing: Tiongkok memperingatkan semua pihak agar tidak melakukan petualangan militer terhadap Iran dan menyerukan kepatuhan pada tujuan serta prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seruan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dan bayang-bayang konflik di Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan Duta Besar Tiongkok untuk PBB Fu Cong dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai Timur Tengah, termasuk isu Palestina, pada Rabu, 28 Januari 2026. Ia menilai situasi di Iran kini menarik perhatian luas komunitas internasional.

Fu menegaskan penggunaan kekuatan tidak akan menyelesaikan masalah dan justru memperburuk keadaan kawasan.

“Penggunaan kekuatan tidak dapat menyelesaikan masalah. Setiap tindakan petualangan militer hanya akan mendorong kawasan ke jurang ketidakpastian,” ujar Fu, dikutip dari media CGTN, Kamis, 29 Januari 2026.

Tiongkok juga berharap Amerika Serikat dan pihak terkait mendengarkan seruan komunitas internasional serta negara-negara kawasan. Fu meminta langkah-langkah yang diambil harus mendukung perdamaian dan stabilitas, bukan memperuncing ketegangan.

Menurut Tiongkok, Iran adalah negara berdaulat yang urusannya harus ditentukan oleh rakyat Iran sendiri. Beijing menyatakan mendukung stabilitas Iran serta penghormatan terhadap kedaulatan, keamanan, dan keutuhan wilayah negara tersebut.

Fu kembali menegaskan penolakan terhadap campur tangan urusan dalam negeri negara lain dan ancaman penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional. Ia menekankan pentingnya menjunjung Piagam PBB sebagai landasan bersama.

Tiongkok juga menyatakan Timur Tengah bukan arena persaingan kekuatan besar dan tidak seharusnya menjadi korban kontestasi geopolitik pihak luar. Beijing siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk berperan konstruktif dalam mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)