Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.
Kapitalisasi Pasar Minggu Ini Rp12.382 Triliun, IHSG Ditutup di Level 6.956
Husen Miftahudin • 2 May 2026 13:30
Jakarta: Data perdagangan saham di bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 27-30 April 2026 ditutup pada zona negatif. Perubahan terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang selama sepekan turun 2,42 persen dan ditutup ke level 6.956,804, dari posisi 7.129,490 pada pekan lalu.
"Selain itu, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 2,78 persen menjadi Rp12.382 triliun dari Rp12.736 triliun pada pekan sebelumnya," ungkap Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 2 Mei 2026.
Selanjutnya, BEI mencatat rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami penurunan yaitu sebesar 6,81 persen menjadi Rp18,27 triliun dari Rp19,61 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 15,02 persen menjadi 2,34 juta kali transaksi dari 2,75 juta kali transaksi pada pekan lalu.
"Data rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini juga turut mengalami penurunan yaitu sebesar 17,32 persen menjadi 37,11 miliar lembar saham dari 44,88 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," terang Kautsar.
Adapun investor asing pada Kamis, 30 April 2026, mencatatkan nilai jual bersih Rp1,486 triliun dan sepanjang 2026 ini investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp49,874 triliun.
| Baca juga: Jelang Libur Panjang, IHSG Turun ke 6.956 |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Dorong pendalaman pasar modal
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai upaya memperdalam pasar modal Indonesia.
Peresmian yang dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi ini dinilai menjadi momentum strategis untuk mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal melalui instrumen reksa dana, khususnya bagi generasi muda dan investor pemula.
"BEI mendukung penuh inisiatif ini sebagai langkah untuk mempercepat inklusi investasi, memperluas akses, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," papar Kautsar.
PINTAR Reksa Dana juga dilakukan bersamaan dengan Pekan Reksa Dana 2026 oleh Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI). Program ini diharapkan dapat mendorong budaya investasi rutin yang sehat, dengan dukungan 30 Manajer Investasi dan 26 APERD guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan investor.