PM Kanada Mark Carney. (Anadolu Agency)
Kanada Kecam Keras Serangan Iran ke UEA di Tengah Memanasnya Krisis Regional
Muhammad Reyhansyah • 5 May 2026 09:13
Ottawa: Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengecam keras serangan terbaru Iran terhadap Uni Emirat Arab (UEA), yang merupakan kali pertama terjadi sejak disepakatinya gencatan senjata pada 8 April lalu.
“Kanada mengutuk keras serangan rudal dan drone Iran yang tidak diprovokasi terhadap Uni Emirat Arab,” tulis Carney melalui platform media sosial X, dikutip dari Anadolu, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia juga menyatakan solidaritas kepada Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan rakyat negara tersebut, seraya memuji upaya pertahanan yang dilakukan untuk melindungi warga sipil serta infrastruktur sipil.
“Kanada kembali menyerukan deeskalasi dan diplomasi di kawasan,” tambahnya.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand turut menyampaikan kecaman senada. “Serangan terhadap infrastruktur sipil harus dihentikan, sesuai dengan hukum internasional,” tulis Anand di X.
“Kanada berdiri bersama rakyat UEA, bersama para mitra Teluk lainnya, dan akan terus mendukung upaya diplomatik untuk meredakan situasi,” lanjutnya.
Fasilitas Minyak Fujairah
Sebelumnya di hari yang sama, kebakaran besar terjadi di fasilitas minyak Fujairah Oil Industry Zone (FOIZ), pusat energi utama di pesisir timur UEA, setelah kawasan itu menjadi sasaran drone yang diluncurkan dari Iran, menurut Kantor Media Fujairah.Otoritas Fujairah mengatakan tiga warga negara India mengalami luka sedang dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Ketegangan kawasan meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke Israel serta sekutu-sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Kesepakatan itu kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.
Baca juga: Serangan Drone Iran Picu Kebakaran di Fasilitas Minyak Fujairah UEA