Kecelakaan Bus ALS di Muratara, BPTD Sumsel Turunkan Tim

Bus ASL dan Truk Tangki BBM saat terbakar, Rabu (6/5/2026). (ANTARA/HO/Ist)

Kecelakaan Bus ALS di Muratara, BPTD Sumsel Turunkan Tim

Lukman Diah Sari • 7 May 2026 23:59

Palembang: Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatra Selatan menurunkan tim untuk memeriksa bus Antar Lintas Sumatra (ALS) yang mengalami kecelakaan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan. Kepala BPTD Kelas II Sumsel Nurhadi Unggul Wibowo mengatakan tim yang diterjunkan memiliki kompetensi sebagai penguji kendaraan bermotor untuk membantu proses pemeriksaan penyebab kecelakaan.

“Sudah ada, kami menugaskan staf yang mempunyai kompetensi penguji kendaraan bermotor ke sana,” kata dia di Palembang, Kamis, 7 Mei 2026, melansir Antara.

Ia menjelaskan pemeriksaan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait, termasuk kepolisian, untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan antara bus ALS dan mobil tangki tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lapangan dan investigasi kepolisian sebelum menyimpulkan penyebab kecelakaan.

“Menunggu hasil dari Polri. Nanti tim kita bersama-sama dengan yang lain, termasuk Polri akan mengecek,” ujar dia.

Hasil pengecekan administrasi kendaraan menunjukkan uji berkala kendaraan atau KIR bus dengan nomor polisi BK 7778 DL masih aktif. Namun izin angkutan bus tersebut diketahui sudah kedaluwarsa.

“Kalau bus masih aktif. Untuk izin angkutan betul, sudah kedaluwarsa,” ungkap dia.

Sebanyak 16 jenazah tiba di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (7/5/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Musni Wijaya mengatakan tim dari Dishub Sumsel juga telah berangkat ke lokasi kejadian bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), BPTD, Jasa Raharja, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel.

“Tim sudah meluncur ke lokasi dan bergabung bersama dengan yang lain. Berangkat subuh tadi. Kami akan melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing,” kata dia.

Musni menyebut informasi awal yang diterima menyatakan kecelakaan tersebut bukan disebabkan kendaraan tidak laik jalan, melainkan faktor lain yang masih dalam penyelidikan. Ia menambahkan tim gabungan akan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.

“Untuk memastikannya, maka tim tersebut secara bersama-sama akan cek lapangan,” ujar Musni.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)