Alat berat melakukan pembersihan dampak bencana alam. Dokumentasi/ istimewa
Pemprov Sumbar Siapkan Teknologi EEWS untuk Mitigasi Bencana
Media Indonesia • 9 October 2024 15:01
Padang: Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatra Barat, Audy Joinaldy, memaparkan langkah-langkah terbaru dalam mitigasi bencana, salah satunya rencana penerapan Earthquake Early Warning System (EEWS).
Sistem ini memungkinkan deteksi dini sebelum gempa bumi terjadi sehingga masyarakat dapat memanfaatkan waktu untuk menyelamatkan diri.
"EEWS bekerja dengan mendeteksi gelombang gempa sebelum terjadi getaran utama, memberi waktu berharga bagi masyarakat untuk berlindung," kata Audy dalam keterangan pers, Rabu, 9 Oktober 2024.
| Baca: Gempa Magnitudo 4,9 di Kabupaten Sukabumi Tak Terdampak Kerusakan
|
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meminimalisir risiko bencana di Sumbar. "Sumbar sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, akademisi, dan masyarakat untuk memitigasi risiko bencana," jelasnya.
Salah satu mitra strategis Pemprov Sumbar dalam penanganan bencana adalah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), yang menurut Audy telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai kegiatan tanggap bencana.
Berdasarkan data BNPB, Indonesia mengalami 874 bencana selama Januari hingga Juni 2024, dengan 263 korban jiwa dan hampir 4 juta orang terpaksa mengungsi. Di Sumbar sendiri, telah terjadi 141 bencana, dengan korban jiwa mencapai 94 orang dan ribuan rumah serta fasilitas umum rusak.
Menanggapi data tersebut, Audy menegaskan pentingnya penerapan EEWS untuk mengurangi dampak bencana. "Kita tidak bisa memprediksi kapan bencana terjadi, tetapi upaya mitigasi seperti EEWS harus kita manfaatkan untuk meminimalisir dampaknya," ujarnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com