Simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2024 Kabupaten Bantul. Dokumentasi/Istimewa
KPU Bantul Tekan Potensi PSU Lewat Simulasi Pemungutan Suara
Ahmad Mustaqim • 11 November 2024 14:06
Bantul: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, Yogyakarta menilai ada potensi pemungutan suara ulang (PSU) pada Pilkada 2024. Komisi tersebut berupaya memperkecil potensi itu melalui simulasi pemungutan dan perhitungan suara.
"Ada beberapa TPS potensi PSU sehingga kami minimalisasi dengan mengurangi kesalahan dalam tahapannya," kata Ketua KPU Kabupaten Bantul, Joko Santoso pada Senin, 11 November 2024.
Joko mengatakan simulasi yang dijalankan mengantisipasi adanya pemilih tak memiliki hak pilih diberikan surat suara, pemilih diberikan surat suara lebih dari satu dan dicoblos. Ia mengatakan petugas pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) ditekankan cermat dalam melayani sekitar 500 pemilih di setiap lokasi.
"Jadi simulasi perlu dilakukan untuk memastikan dan mendalami pembagian tugas tiap setiap anggota KPPS dalam pemungutan dan perhitungan suara," kata dia.
Ia menjelaskan petugas KPPS ditekankan cermat melayani pemilih dan juga pengisian formulir penggunaan logistik. Selain itu, adanya pemilih tambahan juga perlu diantisipasi dalam aspek pelayanannya, termasuk saat penghitungan suara.
"Jadi kami mulai proses perhitungan suara sekitar setengah dua. Dengan pemilih sekitar 500 orang, kami optimis jam 17.00 WIB perhitungan akan selesai," ujarnya.
Menurut Joko, petugas di TPS harus memahami dan menerapkan mekanisme efisiensi waktu dalam pemungutan hingga penghitungan suara. Ia menyebut materi bimbingan teknis (bimtek) dan simulasi harus dipahami keseluruhan penyelenggara.
Diviai Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bantul, Mestri Widodo menambahkan simulasi tersebut juga menekankan persoalan pelayanan pemegang hak suara, termasuk disabilitas. Untuk itu, ia melanjutkan, layanan yang sudah disiapkan dan dipraktikkan diharapkan berimbas pada tingginya angka partisipasi pemilih.
"Kami harapkan partisipasi Pilkada 2024 ini mencapai 90 persen, atau setara dengan Pemilu 2024 lalu," ucapnya.