INKA Ekspor 2 Unit Lokomotif ke Australia, Produk Kereta Buatan RI Makin Mendunia

Locomotive platform yang diekspor INKA ke Australia. Foto: dok PT INKA.

INKA Ekspor 2 Unit Lokomotif ke Australia, Produk Kereta Buatan RI Makin Mendunia

Husen Miftahudin • 11 July 2026 14:38

Jakarta: PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan dua unit locomotive platform kepada UGL RS Pty Limited di Australia. Pengiriman tersebut merupakan unit ke-17 dan ke-18 dari total kontrak pengadaan 50 unit locomotive platform yang ditandatangani pada 2021 dengan nilai kontrak lebih dari Rp100 miliar.

Pengiriman dilakukan melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS), yang juga merupakan badan usaha milik negara (BUMN). Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antar-BUMN dalam mendukung kelancaran rantai logistik ekspor produk manufaktur nasional.

Pengiriman ini menandai keberlanjutan ekspansi INKA di pasar internasional, khususnya Australia dan Selandia Baru. Hingga kini, perusahaan telah mengirimkan lebih dari 1.000 unit gerbong barang serta belasan unit locomotive platform untuk memenuhi kebutuhan transportasi perkeretaapian di kedua negara tersebut.

Komisaris PT INKA Sangap Surbakti mengatakan pengiriman tersebut menjadi capaian penting karena menunjukkan produk manufaktur perkeretaapian nasional mampu bersaing dan diterima di pasar global.

"Pengiriman ini merupakan capaian penting bagi INKA karena menunjukkan produk manufaktur perkeretaapian nasional tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga dapat diterima oleh pasar internasional. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung kelancaran proses pengiriman ini serta seluruh Insan INKA," kata Sangap dalam keterangan resmi, Sabtu, 11 Juli 2026.
 



(Locomotive platform yang diekspor INKA ke Australia. Foto: dok PT INKA)
 

Tingkatkan daya saing industri perkeretaapian nasional


Melalui pelaksanaan kontrak tersebut, INKA terus memperkuat kapasitas produksi dan daya saing industri perkeretaapian nasional agar mampu memenuhi standar serta kebutuhan pelanggan global. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi produk manufaktur Indonesia di pasar internasional.

Sangap menegaskan, sebagai perusahaan milik negara yang menjalankan kegiatan ekspor, INKA tidak hanya membawa kepentingan bisnis perusahaan, tetapi juga reputasi Indonesia di pasar global.

"Sebagai perusahaan negara yang menjalankan kegiatan ekspor, INKA tidak hanya membawa kepentingan perusahaan, tetapi juga nama dan reputasi Indonesia di pasar internasional. Oleh karena itu, kami berharap dukungan terhadap kegiatan ekspor produk industri nasional dapat terus diperkuat melalui regulasi yang kondusif, proses perizinan yang efisien, serta koordinasi lintas instansi," tutur dia.

"Dukungan tersebut penting agar perusahaan Indonesia mampu memenuhi komitmen kepada pelanggan global dan semakin kompetitif di pasar internasional," tambah Sangap.

Pemanfaatan Terminal Petikemas Surabaya sebagai titik pengiriman mencerminkan sinergi antar-BUMN dalam mendukung kegiatan ekspor nasional. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar internasional.

(Husen Miftahudin)