Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Merah Putih: untuk Melindungi Rakyat Bawah
Fachri Audhia Hafiez • 12 July 2026 16:09
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan di balik lahirnya konsep Koperasi Merah Putih yang kini menjadi salah satu program strategis pemerintah. Langkah ini dibentuk sebagai solusi konkret untuk melindungi masyarakat lapisan bawah.
Prabowo menceritakan, ide tersebut lahir dari pengalamannya puluhan tahun lalu saat masih aktif berdinas di militer dan bertugas di berbagai pelosok daerah. Melihat langsung penderitaan rakyat di desa dan kawasan pegunungan, menjadi pemantik utama bagi dirinya untuk memperkuat ketahanan ekonomi dari desa.
“Saya waktu di tentara kita bertugas di desa-desa, gunung-gunung. Kita bisa berbulan-bulan di sebuah kecamatan. Saya lihat di situ rakyat kelaparan. Saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan dan saya tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang bertajuk 'Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya', dipantau dari tayangan Breaking News Metro TV, Minggu, 12 Juli 2026.
Meski Indonesia diarahkan menjadi negara industri, Kepala Negara menegaskan kekuatan koperasi tetap menjadi fondasi utama penopang masyarakat miskin. Namun, ia mengakui pembangunan koperasi kerap berjalan lambat jika tidak didorong oleh wewenang dan regulasi dari pemerintah.
“Dari dulu saya semakin yakin satu-satunya jalan untuk menjaga rakyat yang paling bawah adalah kekuatan kooperasi. Tapi saya sadar waktu saya mulai bikin kooperasi ternyata kalau tidak punya wewenang, kalau tidak punya kekuasaan sangat lambat. Sangat lambat. Betul?" jelas Prabowo.
Setelah menjabat sebagai Kepala Negara, Prabowo langsung menginstruksikan para menterinya untuk mengambil langkah cepat demi meningkatkan kesejahteraan petani. Mulai dari menurunkan harga pupuk hingga menjamin harga pembelian gabah.
Namun, tantangan di lapangan rupanya masih membayangi para petani akibat beban utang yang menumpuk.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
“Kita naikkan harga pembelian gabah kita jamin hasil petani naik. Tapi saya dapat laporan, Pak. Percuma, Pak. Hasil mereka naik. Kenapa? Karena utang mereka banyak. Karena petani itu panennya itu 100 hari. Nah, selama 100 hari anaknya ada yang sakit. Anaknya harus sekolah. Mungkin ada kerusakan ini. Dia butuh uang,” papar Kepala Negara.
Presiden menyoroti praktik cengkeraman lintah darat di perdesaan yang kerap menerapkan bunga mencekik. Fenomena ini dinilai menjadi faktor utama yang mematikan ruang gerak dan membelenggu kesejahteraan para pekerja sektor agraria seumur hidup mereka.
“Dia pinjam uang dan bunganya luar biasa gila. Dia pinjem uang dari lintah darat. Dari mereka-mereka yang memberi bunga kadang-kadang 1% sehari. Ini mematikan seumur hidup mereka tidak bisa bangkit,” kata Prabowo.