Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Indonesia Minta Semua Pihak Menahan Diri

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang. Foto: Metrotvnews.com.

Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Indonesia Minta Semua Pihak Menahan Diri

Muhammad Reyhansyah • 9 July 2026 20:10

Jakarta: Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog di tengah kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Pemerintah juga menekankan pentingnya deeskalasi guna menjaga stabilitas kawasan dan keamanan maritim, khususnya di Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia meminta semua pihak menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi serta tetap menghormati hukum internasional.

"Dalam konteks ini, Indonesia menyerukan agar semua pihak dapat terus menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi, melakukan deeskalasi, mengedepankan dialog, menghormati hukum internasional, serta melanjutkan proses negosiasi," kata Yvonne dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurut Yvonne, Indonesia memandang proses perdamaian antara AS dan Iran menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan perdamaian di kawasan.

Selain itu, pemerintah juga menilai keberlanjutan proses damai diperlukan untuk menjamin keamanan jalur pelayaran internasional, terutama di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.

"Indonesia memandang penting proses perdamaian antara AS dan Iran sebagai upaya untuk menjaga stabilitas dan keamanan serta perdamaian kawasan, juga menjaga keamanan maritim khususnya di Selat Hormuz," ujarnya.

Sebelumnya, ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. 

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan pasukannya menyerang sejumlah target militer Iran sebagai respons atas serangan yang dituduhkan kepada Teheran terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

(Fajar Nugraha)