Prancis beberapa kali dilanda kebakaran hutan di tengah gelombang panas. (Anadolu Agency)
Kebakaran Hutan Besar Berkobar Dekat Paris di Tengah Gelombang Panas
Willy Haryono • 13 July 2026 15:28
Paris: Prancis berjuang memadamkan kebakaran hutan besar di dekat ibu kota Paris pada Senin, 13 Juli 2026, ketika gelombang panas berkepanjangan terus melanda sebagian besar wilayah negara tersebut.
Kebakaran yang terjadi di sekitar hutan Fontainebleau, sekitar 70 kilometer di tenggara Paris, memaksa sekitar 1.000 warga dan wisatawan dievakuasi dari sebagian wilayah komune Le Vaudoue setelah kobaran api bergerak mendekati permukiman.
Wali Kota Le Vaudoue, Michel Calmy, menggambarkan situasi tersebut sebagai "tembok api" yang bergerak cepat menuju desa sebelum akhirnya mencapai tepi kawasan permukiman.
Juru Bicara Pemerintah Prancis, Maud Bregeon, menyebut kebakaran di Fontainebleau sebagai situasi luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah utara Prancis.
"Situasi luar biasa membutuhkan sumber daya yang luar biasa pula," ujar Bregeon, dikutip dari laman Anadolu Agency.
Pemerintah Prancis telah mengerahkan pesawat pemadam kebakaran jenis Canadair serta pesawat Dash untuk membantu operasi pemadaman. Dua pesawat Canadair mulai melakukan operasi pengeboman air pada Senin setelah mengambil pasokan air dari Sungai Seine.
Kebakaran tersebut terjadi ketika 37 departemen di Prancis masih berada dalam status peringatan merah gelombang panas, level tertinggi dalam sistem peringatan cuaca negara itu.
Suhu ekstrem dan kondisi kering dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan risiko kebakaran di berbagai wilayah Prancis.
Gelombang Panas Eropa
Bregeon mengatakan sekitar 2.000 pusat pendinginan telah dibuka selama akhir pekan sebagai bagian dari pelaksanaan rencana darurat ORSEC untuk melindungi kelompok rentan dari dampak suhu tinggi.Ia menambahkan bahwa sistem layanan kesehatan Prancis masih berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kasus terkait cuaca panas, meski sejauh ini masih mampu menangani lonjakan pasien.
Pemerintah juga membela keputusan pembatalan sejumlah perayaan Hari Bastille dengan alasan untuk menghindari beban tambahan terhadap layanan darurat serta mengurangi risiko kebakaran akibat penggunaan kembang api.
Di wilayah lain, petugas pemadam berhasil mengendalikan kebakaran hutan di kawasan Cap Frehel di departemen Cotes-d'Armor, Prancis barat laut, meskipun tim darurat masih bersiaga untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Prancis, Alice Rufo, mengatakan pemerintah berharap dapat mulai mengerahkan pesawat angkut militer A400M untuk misi pemadaman kebakaran dalam beberapa pekan mendatang setelah proses pelatihan pilot dan persiapan teknis selesai dilakukan.
Gelombang panas yang melanda Eropa dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan, terutama di negara-negara kawasan Mediterania dan Eropa Barat.
Baca juga: Kebakaran Hutan di Prancis Selatan Meluas, 900 Hektare Lahan Hangus