MBG Jadi Instrumen Strategis Bangun Generasi Emas 2045

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati. ANTARA/HO-BGN

MBG Jadi Instrumen Strategis Bangun Generasi Emas 2045

Achmad Zulfikar Fazli • 9 June 2026 19:24

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. MBG menjadi instrumen strategis pembangunan bangsa untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

"Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang negara untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Dari program ini kita ingin melahirkan generasi yang sehat, cerdas, disiplin, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati, Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026.

Hida menegaskan pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan kekuatan ekonomi dan pertahanan, tetapi kualitas sumber daya manusia yang dimiliki suatu negara. Investasi pada pemenuhan gizi menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Menurut dia, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fisik, kemampuan kognitif, prestasi pendidikan, hingga produktivitas seseorang di masa depan. Oleh karena itu, kebijakan pemenuhan gizi harus dipandang sebagai bagian penting dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Hida mengemukakan MBG dirancang untuk menjangkau kelompok sasaran prioritas seperti peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain mendukung pencegahan stunting dan masalah gizi lainnya, program ini berkontribusi meningkatkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta kualitas pendidikan generasi muda Indonesia.

"Ketika kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik, maka anak-anak Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh optimal, berprestasi, dan menjadi sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Inilah fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045," papar Hilda.

Petugas saat menyiapkan hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan

Baca Juga: 

Kemenkes dan BGN Sedang Tentukan Ahli Gizi untuk Dewan Pengarah

Menurut dia, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi pada dampaknya terhadap penguatan karakter bangsa dan peningkatan kualitas SDM. Oleh karena itu, pelaksanaan MBG perlu didukung sistem tata kelola yang mengedepankan akuntabilitas, keamanan pangan, kualitas gizi, serta pengawasan yang berkelanjutan.

Hida menambahkan program MBG memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan nasional sebagai modal utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari persaingan ekonomi, perkembangan teknologi, hingga ancaman-ancaman yang memengaruhi stabilitas nasional. Sebab, membangun bangsa yang kuat harus dimulai dari pembangunan manusianya.

“Melalui Program MBG, pemerintah sedang menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi unggul yang akan menjadi penggerak pembangunan, penjaga ketahanan nasional, dan penentu masa depan Indonesia," tutur Hilda.

(Achmad Zulfikar Fazli)