Kemitraan Ekonomi RI-Inggris Mulai Berbuah, Sektor Maritim Jadi Contoh Awal

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dubes Dominic Jermey. Foto: Metrotvnews.com

Kemitraan Ekonomi RI-Inggris Mulai Berbuah, Sektor Maritim Jadi Contoh Awal

Muhammad Reyhansyah • 11 June 2026 12:28

Jakarta: Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dubes Dominic Jermey mengatakan Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris yang diluncurkan pada awal tahun ini mulai menghasilkan kerja sama konkret di berbagai sektor, termasuk industri maritim, teknologi, dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Dubes Jermey, sejumlah program yang saat ini mulai dijalankan menjadi bukti bahwa kemitraan yang disepakati Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tidak berhenti pada level komitmen politik semata.

“Kami sudah mulai melihat hasil nyatanya. Salah satunya melalui Maritime Partnership Programme,” ujar Dubes Jermey saat ditemui di sela perayaan The King's Birthday Party di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.



Dubes Jermey menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari Economic Growth Partnership yang diluncurkan bersamaan dengan Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris.

Menurut dia, kerja sama itu bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di kedua negara melalui peningkatan perdagangan dan investasi.


Hasil Konkret Kemitraan Strategis

Dubes Jermey mengatakan Maritime Partnership Programme akan mendukung pembangunan ratusan hingga lebih dari seribu kapal perikanan di galangan kapal Indonesia.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat industri perkapalan nasional sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perikanan Indonesia.

“Program itu akan menciptakan ratusan bahkan lebih dari seribu kapal perikanan di galangan kapal Indonesia yang akan membantu keberlanjutan armada perikanan Indonesia serta menjaga keberlanjutan stok ikan nasional,” kata Dubes Jermey.

Menurut Dubes Jermey, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan sektor perikanan, tetapi juga dapat mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan rantai pasok pangan nasional.

Ia menambahkan kerja sama tersebut juga akan menciptakan lapangan kerja baru baik di Indonesia maupun Inggris.

“Itulah hasil nyata dari Economic Growth Partnership yang diluncurkan kedua pemimpin kita,” ujarnya.

Selain sektor maritim, Dubes Jermey mengatakan kemitraan strategis kedua negara juga mencakup pengembangan teknologi dan industri masa depan.

Ia mencontohkan kerja sama dengan Danantara Indonesia untuk membangun ekosistem semikonduktor serta penguatan kerja sama maritim yang mencakup sektor perikanan dan industri pertahanan.



Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris diluncurkan pada Januari 2026 saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke London dan bertemu Perdana Menteri Keir Starmer. 

Kemitraan tersebut mencakup empat bidang utama, yakni pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, hubungan antarmasyarakat, serta kerja sama di bidang iklim, energi, dan lingkungan.

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan UK Mission to ASEAN menyelenggarakan King's Birthday Party dengan tema "UK Celebrates Innovation and Five Years as an ASEAN Dialogue Partner" di Jakarta pada Rabu malam.

Perayaan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi pemerintah Indonesia. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, serta Didit Hediprasetyo.

(Fajar Nugraha)