Bangunan di Filipina rusak akibat gempa magnitudo 7,8 pada Senin 8 Juni 2026. Foto: Channel News Asia
Korban Tewas Akibat Gempa Filipina Bertambah Menjadi 55 Orang
Fajar Nugraha • 12 June 2026 15:30
Manila: Otoritas Filipina pada Kamis, 11 Juni 2026, melaporkan jumlah korban tewas akibat gempa bumi bermagnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan negara itu pada Senin lalu meningkat menjadi 55 orang.
Tim pencarian dan penyelamatan masih berupaya menemukan korban di sejumlah daerah yang mengalami kerusakan parah.
Puluhan orang dilaporkan masih mengalami luka-luka, sementara beberapa lainnya belum ditemukan. Jumlah korban bertambah setelah petugas menemukan jenazah baru di bangunan yang runtuh dan kawasan yang terdampak tanah longsor.
Menurut pejabat penanggulangan bencana setempat, operasi pencarian terkendala gempa susulan yang terus terjadi, kondisi bangunan yang tidak stabil, serta kerusakan jalan menuju wilayah terdampak. Faktor-faktor tersebut juga memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Dilansir dari Anadolu, Jumat 12 Juni 2026, gempa yang berpusat di lepas pantai Pulau Mindanao itu menyebabkan kerusakan luas pada rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur publik. Kota General Santos dan sebagian wilayah Provinsi Sarangani menjadi daerah yang paling terdampak sehingga pemerintah menetapkan status bencana untuk mempercepat penanganan darurat.
Ribuan warga terpaksa mengungsi dan saat ini masih bertahan di pusat-pusat evakuasi. Pemerintah terus menyalurkan bantuan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan sambil melakukan pendataan kerusakan bangunan.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mencatat sejumlah gempa susulan sejak gempa utama terjadi. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan karena masih berisiko roboh sewaktu-waktu.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan seluruh instansi terkait untuk mempercepat upaya pemulihan dan rehabilitasi di wilayah terdampak. Pemerintah juga menegaskan akan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.
Filipina berada di kawasan Cincin Api Pasifik, salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia. Kondisi tersebut membuat negara kepulauan itu kerap mengalami gempa bumi dan aktivitas tektonik lainnya.
(Keysa Qanita)