Ilustrasi Pexels
Termasuk Ikan Sapu-sapu, 247 Jenis Ikan Asing Ada di Indonesia
Muhamad Marup • 30 April 2026 22:26
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan hasil riset yang menunjukkan bahwa terdapat sekitar 247 jenis ikan asing di Indonesia. 50 jenis di antaranya diduga telah berada di perairan umum.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, BRIN, Gema Wahyudewantoro, mengatakan, Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan ikan air tawar yang sangat besar. Indonesia saat ini memiliki sekitar 5.114 spesies dari total 15.750 spesies di dunia.
"Dengan keanekaragaman seperti itu, Indonesia tidak perlu mendatangkan spesies asing," ujar Gema, dalam acara Media Lounge Discussion (Melodi) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Penyebab Ikan Asing Ada di Indonesia
Gema menerangkan, masuknya spesies asing ke Indonesia sebagian besar terjadi akibat aktivitas manusia. Terdapat beberapa jalur utama yaitu melalui perdagangan ikan hias, introduksi untuk konsumsi, air ballast kapal, kegiatan rekreasi seperti lomba memancing, serta tujuan khusus seperti pengendalian jentik nyamuk."Contohnya yaitu ikan guppy dan cere yang dulu didatangkan untuk mengatasi malaria, justru berkembang tidak terkendali,"
Ia menjelaskan, spesies asing tetap diminati karena warna yang menarik, mudah dipelihara, dan cepat berkembang biak. Ikan asing juga memiliki nilai ekonomi tinggi dan mudah dipasarkan.
Gema menambahkan, tidak semua spesies asing langsung berbahaya, tapi potensi menjadi invasif tetap ada sehingga prinsip kehati-hatian harus diterapkan. Spesies invasif umumnya memiliki karakter adaptasi tinggi, reproduksi cepat, kompetitor kuat, serta tidak memiliki musuh alami.
"Salah satu contoh paling menonjol adalah ikan sapu-sapu. Ikan yang berasal dari Sungai Amazon ini diduga masuk ke Indonesia pada periode 1970–1980, awalnya sebagai pembersih akuarium. Kini, ikan tersebut telah menyebar luas di berbagai perairan," tuturnya.
Ilustrasi Pexels
Ia melanjutkan, proses spesies asing menjadi invasif dimulai dari introduksi, adaptasi, dominasi, hingga akhirnya menguasai ekosistem. Oleh karena itu, riset berperan penting untuk proses identifikasi morfologi, DNA barcoding, analisis risiko, serta pemantauan distribusi."Hasil penelitian di daerah aliran sungai (DAS) menunjukkan bahwa ikan invasif ditemukan di seluruh bagian sungai, dari hulu hingga hilir. Bahkan, ditemukan pula spesies lain yang masih satu keluarga dengan sapu-sapu dan berpotensi invasif," ucapnya.