Menteri Luar Negeri periode 2001-2009 Hassan Wirajuda bersama Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid di ICE BSD Tangerang.
Penguatan Swasembada Pangan Diperlukan di Tengah Ketidakpastian Situasi Global
Hendrik Simorangkir • 25 May 2026 21:39
Tangerang: Menteri Luar Negeri Republik Indonesia periode 2001-2009, Hassan Wirajuda, menyatakan saat ini diperlukan penguatan program swasembada pangan di seluruh daerah di Indonesia sebagai langkah untuk mencegah dampak krisis akibat geopolitik global. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan mampu membangun kemandirian guna memenuhi target swasembada pangan di dalam negeri.
"Itu yang harus menjadi prioritas. Dari berbagai bidang, kita memang harus mengarah pada kemandirian. Harus mengarah pada self-sufficiency. Kita memenuhi kebutuhan kita sendiri. Sebab, jika terjadi disrupsi, hambatan akibat perang, atau krisis di tempat lain, kita secara relatif harus tetap mampu," ujar Hassan di ICE BSD Tangerang, Senin, 25 Mei 2026.
Hassan menuturkan situasi global yang tidak menentu akibat perang yang tengah berlangsung di Iran dan Ukraina berpotensi menggagalkan target ketahanan pangan nasional. Hassan menambahkan keberhasilan dalam menjaga target ketahanan pangan tersebut pada hakikatnya sama dengan menyelamatkan kehidupan bangsa di tengah krisis global.
"Gejolak dunia berupa perang Iran dan Ukraina yang menghambat jalur distribusi pangan dan jasa di Selat Hormuz menyebabkan arus energi, minyak, dan pupuk menjadi terhambat," kata Hassan.
Menurut Hassan, untuk mencapai tujuan kemandirian tersebut, kata kunci sebagai simbol optimisme di tengah ketidakstabilan global tidak terlepas dari kontribusi para kepala daerah dalam mewujudkan konsep pembangunan Sustainable Development Goals (SDGs).
"Tetapi saya kira pemerintah sedang mengarah pada kemandirian kita sebagai bangsa. Sebab, kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi tahun depan. Akan ada krisis apa lagi? Perang di mana lagi yang akan terjadi?" jelas Hassan.

Panen raya udang. Foto: Antara