Ibadah haji/Metro TV/Misbahol
Jemaah Haji Diminta Batasi Aktivitas di Luar Tenda Arafah
Akmal Fauzi • 26 May 2026 08:22
Jakarta: Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, meninjau langsung proses keberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arafah untuk menjalani fase puncak ibadah haji, Senin, 25 Mei 2026. Peninjauan tersebut dilakukan di Hotel Luluat Albait, kawasan Syisah, Makkah, Arab Saudi, saat para jemaah mulai bersiap bertolak menuju lokasi wukuf.
Irfan memastikan seluruh fasilitas dasar bagi jemaah telah dipersiapkan dengan matang, mulai dari tenda, kasur, hingga pasokan konsumsi selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Kami sudah menghitung manual kasur dan jumlah untuk memastikan bahwa semua jemaah dapat kasur dan dapat tenda,” kata Irfan.
Selain memastikan kesiapan fasilitas fisik, pria yang akrab disapa Gus Irfan itu juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan secara ekstra selama menjalani prosesi puncak haji. Hal ini krusial mengingat cuaca ekstrem dan suhu panas menyengat yang tengah melanda Arab Saudi.
“Jemaah jangan banyak jalan-jalan keluar. Panas, itu berbahaya bagi kesehatan. Jadi lebih baik di dalam tenda, berdoa, berzikir, apa pun yang bisa dilakukan,” pintanya.
Ia pun berharap kualitas layanan yang diberikan kepada jemaah tahun ini dapat terus ditingkatkan demi kenyamanan beribadah. “Mudah-mudahan layanan yg baik ini bisa terus berjalan, dan bisa lebih baik lagi,” tuturnya.
Di sisi lain, tantangan cuaca ekstrem diimbangi dengan kesiapan tim medis di lapangan. Petugas Layanan Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, menegaskan bahwa jemaah harus membekali diri dengan pengetahuan mandiri untuk mendinginkan tubuh demi menghindari risiko kelelahan panas (heat exhaustion) hingga sengatan panas (heat stroke).
Menurut Fathi, ada sejumlah tips efektif yang dapat diterapkan jemaah untuk membuang panas tubuh secara cepat. Langkah pertama dimulai dengan teknik kompres pada titik-titik anatomi yang tepat.
"Jika merasa gerah menyengat, jangan hanya mengompres dahi. Basahi handuk kecil atau kain, lalu tempelkan pada area pembuluh darah besar yang dekat dengan permukaan kulit, yaitu leher belakang atau samping, ketiak, dan lipatan paha," ujarnya.
.jpeg)
Ibadah haji/Metro TV/Misbahol
Melalui metode mendinginkan area pembuluh darah besar tersebut, suhu darah akan cepat turun dan mengalirkan rasa sejuk ke seluruh tubuh. Selain itu, jemaah juga disarankan memaksimalkan teknik semprot dan kipas.
"Sediakan botol semprot kecil berisi air di dalam tas. Semprotkan air tipis-tipis ke wajah, lengan, dan leher, lalu kipas secara manual atau menggunakan kipas angin portable. Efektif membuang panas tubuh secara instan, sepertu mekanisme pengeluaran keringat," kata Fathi.