Ilustrasi: Situasi salah satu rumah mengalami kerusakan berat usai terjadi gempa bumi di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan
BMKG Catat 136 Gempa Guncang Jawa Barat Selama Mei
Whisnu Mardiansyah • 1 June 2026 16:19
Bandung: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mencatat selama periode bulan Mei 2026 telah terjadi sebanyak 136 kali kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
"Dari 136 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah berkekuatan 4,6 magnitudo dan yang terkecil mencapai 0,8 magnitudo," ujar Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Edi Wibowo, di Bandung, seperti dilansir Antara, Senin, 1 Juni 2026.
Berdasarkan kedalamannya, Edi menjelaskan pusat gempa bumi yang berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer (gempa dangkal) tercatat sebanyak 121 kejadian, sementara gempa dengan kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer tercatat sebanyak 15 kejadian.
"Sepanjang periode bulan Mei, terdapat 11 kali gempa bumi yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat," kata Edi.
Sementara itu, berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 65 kali gempa bumi yang berpusat di laut, sedangkan 71 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di daratan.
Edi menambahkan salah satu gempa bumi yang dirasakan pada bulan Mei ini adalah gempa berkekuatan 4,6 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada tanggal 21 Mei 2026. Guncangan gempa tersebut dirasakan hingga ke Kabupaten Garut, Ciamis, dan Tasikmalaya.
"Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," katanya.

Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. (Anadolu Agency)
BMKG Bandung memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk menghindari bangunan yang telah retak atau rusak akibat terkena guncangan gempa.
Apabila terjadi gempa bumi, lanjut Edi, masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG.
"Kami mengimbau, jika terjadi gempa bumi, masyarakat diminta untuk tetap tenang, waspada, serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab," kata Edi Wibowo.