Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Foto: Dok. Puspen TNI.
Panglima TNI dan Menhan Bahas Strategi Pertahanan Negara 2026
Fachri Audhia Hafiez • 19 January 2026 22:33
Jakarta: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 secara daring dari Markas Besar TNI, Senin, 19 Januari 2026. Forum strategis yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin ini menjadi wadah krusial dalam menyelaraskan kebijakan serta anggaran pertahanan untuk menghadapi tantangan global.
"Pengembangan Sistem Pertahanan Negara Menjaga dan Mengendalikan Kedaulatan NKRI," demikian tema yang diusung dalam Rapim tersebut sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Puspen TNI, Senin, 19 Januari 2026.
Baca Juga :
Sjafrie dalam arahannya menegaskan bahwa penyelenggaraan pertahanan negara harus tetap berlandaskan amanat Pembukaan UUD 1945. Menhan menekankan kewajiban negara untuk melindungi segenap bangsa serta pentingnya kekuatan utuh antara TNI dan rakyat melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Selain arah kebijakan, Rapim ini juga memfokuskan pada sinkronisasi strategi dan penggunaan anggaran Tahun Anggaran 2026. Hal ini dinilai penting agar institusi pertahanan siap menghadapi dinamika ancaman yang kian kompleks di masa mendatang.

Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 secara daring dari Markas Besar TNI. Foto: Dok. Puspen TNI.
Forum ini diikuti oleh jajaran petinggi kedaulatan negara, mulai dari Wakil Menteri Pertahanan, Rektor Unhan, hingga pejabat Eselon I dan II Kemhan. Secara daring, hadir pula Wakil Panglima TNI bersama para Kepala Staf Angkatan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU beserta jajaran pejabat utama lainnya.