Ini Strategi 4 Pemimpin Dunia Hadapi Ketidakpastian Global

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Ini Strategi 4 Pemimpin Dunia Hadapi Ketidakpastian Global

Eko Nordiansyah • 21 January 2026 15:43

Jakarta: Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss menjadi saksi berkumpulnya para pemimpin dunia. Di tengah lanskap geopolitik yang tidak menentu, empat pemimpin dunia memberikan visi mereka tentang bagaimana dunia harus bergerak maju.

Mengutip laman World Economic Forum, berikut rangkuman strategi yang ditawarkan para pemimpin dunia pada perhelatan WEF Davos 2026:

1. Memanfaatkan geopolitik sebagai jembatan ekonomi

Perdana Menteri Maroko, Aziz Akhannouch, membawa perspektif optimis tentang bagaimana sebuah negara dapat berkembang di tengah fragmentasi global. Ia menekankan posisi geografis bukan sekadar koordinat, melainkan aset strategis.

Dengan memposisikan Maroko sebagai persimpangan antara Eropa, Atlantik, dan Afrika, Akhannouch menunjukkan konektivitas antarbenua adalah kunci pertumbuhan. Ia juga mengingatkan, posisi strategis tidak akan berarti tanpa pondasi ekonomi yang kuat dan reformasi fiskal yang berani untuk memfasilitasi pembangunan jangka panjang.

2. Kolaborasi tanpa sekat, syarat mutlak solusi global

Presiden Swiss, Guy Parmelin, memberikan pengingat bahwa masalah global yang kompleks tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia menyerukan integrasi total antara sektor masyarakat, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan politik.

"Masyarakat, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan politik harus bekerja sama bahu-membahu, dalam semangat kemitraan. Jika tidak, masalah hanya dapat diatasi secara parsial dan tidak sempurna," ungkap Parmelin, mengutip laman World Economic Forum (WEF), Rabu, 21 Januari 2026.

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

3. Mempertahankan multilateralisme di tengah dunia yang brutal

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memberikan pidato yang cukup tajam mengenai pergeseran kekuasaan global. Di tengah apa yang ia sebut sebagai brutalitas dunia, Macron mendesak agar Eropa dan dunia tetap setia pada multilateralisme yang efektif.

“Menghadapi brutalitas dunia, Prancis dan Eropa harus membela multilateralisme yang efektif,” katanya.

Macron menjelaskan, mengikuti aturan main internasional dan diplomasi kolektif bukan hanya soal moralitas, tetapi soal kepentingan bersama untuk menolak dominasi kekerasan dan kekuatan militer dalam hubungan internasional.

4. Mendesain ulang arsitektur keamanan kawasan

Dari perspektif keamanan, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menawarkan pendekatan yang lebih mendasar untuk konflik di Timur Tengah. Ia berargumen perdamaian tidak akan pernah stabil jika kita hanya memadamkan api tanpa memadamkan sumbernya.

“Kita perlu mengatasi akar penyebab tersebut. Saatnya telah tiba bagi kawasan untuk bersatu dan memikirkan bagaimana kita dapat membentuk kembali arsitektur keamanan sehingga setidaknya memastikan kita tidak saling mengancam,” ujar dia. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)