Perairan NTB Zona Merah Gelombang Sangat Tinggi Akibat Bibit Siklon 97S

Ilustrasi hujan. (Medcom.id)

Perairan NTB Zona Merah Gelombang Sangat Tinggi Akibat Bibit Siklon 97S

Lukman Diah Sari • 22 January 2026 08:51

Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan zona merah gelombang tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB), karena berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran. Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB Andre Jersey mengatakan peringatan ini berlaku 22 Januari 2026 pukul 08.00 Wita hingga 23 Januari 2026 pukul 08.00 Wita.

"Tiga perairan masuk kategori gelombang sangat tinggi 4-6 meter dan lima perairan berkategori gelombang tinggi 2,5-4 meter," ujarnya di Mataram, Kamis, 22 Januari 2026, melansir Antara.

Tangkapan layar peta gelombang laut di perairan Nusa Tenggara Barat, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-BMKG NTB

Andre mengatakan wilayah perairan yang masuk kategori gelombang sangat tinggi meliputi Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB. Sedangkan, wilayah dengan gelombang tinggi meliputi Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, Perairan utara Sumbawa, Selat Sape bagian utara, dan Selat Sape bagian selatan.

"Kami mengimbau masyarakat pesisir dan operator transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi cuaca maritim terbaru," pesan Andre.

Selanjunya, dia mengungkap gelombang tinggi dan sangat tinggi berbahaya bagi jenis kapal, seperti perahu nelayan hingga kapal besar. Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang berisiko jika gelombang laut di atas 1,5 meter, kapal ferry di atas 2,5 meter, dan kapal besar seperti kapal pesiar maupun kapal kargo berisiko jika gelombang laut di atas 4 meter.

Berdasarkan analisa BMKG, gelombang laut tinggi dan sangat tinggi tersebut muncul akibat dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 97S yang saat ini berada di selatan perairan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sistem badai tropis itu memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dengan tekanan udara minimum 998 hectopascal dan bergerak ke arah barat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)